Jumat, 03 Januari 2014

REPLY 1994

Diposting oleh sachakarina di Jumat, Januari 03, 2014
Reaksi: 
Well, dulu saya pernah berjanji akan menulis sinopsis Reply untuk setiap epidose namun malah berhenti pada episode 13. Alasannya simpel sih, bukan cuma karena saya kerja sejak pagi sampai sore dan sepulang ke rumah lebih memilih tidur daripada melakukan hal lain, tapi cuma karena saya ada di pihak Chilbong dan semakin lama drama ini seolah mendiskriminasikan Chilbong (Mungkin agak berlebihan tapi maklumlah di sini ada fans yang frustasi).

Saya pernah mengatakan bahwa hanya akan menikmati drama ini saja tanpa peduli siapa menikah dengan siapa. Saya memang menontonnya, tapi tidak bisa benar-benar menikmatinya karena terus bertanya-tanya di mana tokoh Chilbong? Mengapa dia tidak muncul di dua episode? Bukankah tokohnya cukup penting? Hal itu cukup membuat frustasi dan kecewa juga.

Saya menonton drama ini karena ini merupakan Reply series. Saya suka Reply 1997, jadi tentu saja saya penasaran dengan Reply 1994. Saya tidak tahu siapa-siapa saja pemeran Reply 1994 sampai saya menonton episode pertama--disusul episode 00. Di antara potongan-potongan scene di episode 00 itu saya berkenalan dengan tokoh Chilbong yang charming (Di episode 1 dia belum muncul dan baru muncul di akhir episode 2). Beberapa episode berlalu hingga saya sadar bahwa salah satu alasan terbesar saya menyukai drama ini karena saya (makin) menyukai Chilbong. Sangat. Selain persahabatan mereka yang menyentuh.

Saya harus memenangkan diri beberapa saat sebelum menonton episode terakhir karena saya tahu Chilbong bukanlah orang yang menjadi suami Na Jeong.

Saya bukannya kesal karena Na Jeong tidak berakhir dengan Chilbong. Saya hanya kecewa dengan cara pengeksekusian episode akhir ini. Memang tidak ada lagi peluang Chilbong sejak Na Jeong dan Sseureki bertunganan, bahkan ketika putus dan Chilbong masuk lagi dalam kehidupan Na Jeong lagi. Di akhir, Chilbong dikisahkan berbahagia, tapi kami yang menonton, yang berada di pihak Chilbong terutama, tidak merasa bahagia sama sekali lantaran tidak ada bukti nyata bahwa dia berbahagia. Kita tidak tahu bagaimana kehidupannya setelah melepas Na Jeong, dan bagaimana caranya hingga dia berbahagia. Saya tersenyum karena dia tersenyum tapi saya tidak tahu bagaimana cara berbahagia karena sampai detik-detik akhir dia selalu menjadi tokoh yang menyedihkan dan menderita. Diabaikan oleh orang tuanya, kesepian, kehilangan cinta pertama. 

Meski dia bertemu seseorang yang bisa membuatnya jatuh cinta (Yang tidak lebih dari lima menit), tapi itu bahkan tidak membuat saya merasa cukup. Samcheonpo-Yoon Jin, Haetae-Ae Jung, Binggeure-Jin Yi bahkan punya episodenya masing-masing. Kenapa Chilbong tidak ada?

Meski banyak bagian yang membuat saya kecewa, tapi saya melalui waktu-waktu menyenangkan menonton drama ini. Mengabaikan rasa kecewa itu, drama ini tetap menjadi salah drama terbaik tahun 2013 dari segi cerita keseluruhan dan dengan ending terburuk.


0 komentar:

 

Karina Sacharissa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review