Senin, 19 Juli 2010

Jalan- Jalan ke Malino

Diposting oleh sachakarina di Senin, Juli 19, 2010
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
2 minggu lalu aku libur kerja karena anak- anak sekolah juga libur. Kami para asisten Kumon berlibur di Malino. Kali ini aku mau sharing tentang serunya berlibur di Malino dengan teman- teman. Meski udah agak telat nggak apa- apa deh, dari nggak sama sekali kan. Lagian baru nemu komputer lagi nih, selama ini dipakai Kakak, jadi baru bisa OL.

liburan di Malino cuma 3 hari, tapi lumayan mengesankanlah, seru abis.. Kami berangkat tanggal 2 Juli hari Jumat. Tidak semua Asisten ikut, Anas dan Indah adalah Asisten yang absen karena ada urusan masing- masing. Anas ada di daerah Papua (Lupa namanya apa), kalau Indah setahuku neneknya meninggal. jadilah hanya aku, Anggi, Nina, Kitty, Fitri dan Nia yang ikut ditambah Ibu Budi dan kedua anaknya Elin dan Evan.

Kami tiba di Malino sekitar pukul 11.30, kami singgah di warung buat makan siang dulu setelah itu melanjutkan perjalanan untuk mencari Villa milik keluarga Ibu Budi, yang parahnya Ibu Budi sendiri nggak tahu letaknya, yang Ibu Budi tahu Villanya dekat dengan Rutan. Setelah mutar- mutar dan tanya kiri kanan, akhirnya kami dapat juga Villanya..

Villanya sendiri adalah rumah bekas milik belanda, jadi arsitektur belandanya sangat- sangat kental. Unik tapi aku kok agak ngeri- ngeri gitu.. hyiiiii
Kami berenam sekamar semua. Didalam kamar itu ada 5 tempat tidur. Aku dan Kitty tidur di ranjang yang sama. Anggi dan Nini masing- masing di ranjang masing- masing tapi bersebelahan, 2 ranjang yang digabung jadi satu. Fitri dan Nia di ranjang yang berbeda. Acara bersih- bersih kamar pun di mulai. Debu benar- benar tebal, entah berapa lama rumah itu tidak dibersihkan. Kasur diberi seprai, bantal diberi sarung. sambil bersih- bersih nggak lupa dong foto- foto dulu.





Setelah kamar sudah clean, kami semua ke pasar untuk membeli bahan makanan untuk makan malam nanti. Berhubung Malino dingin dan merupakan temapat yang pas untuk tumbuhnya berbagai sayur mayur kami pikir harga sayuran di pasar jauh lebih murah dan ternyata.... harganya juga mahal, harga sebonggol bawang merah rp 2000.




lagi jalan- jalan sore nih!


jangan lupa pakai helm standar yah!!!


masih banyak foto yang lain. uploadnya lain kali aja lagi.. capek banget, mau kerja tugas dulu...

Kamis, 15 Juli 2010

Bersosialisasi bukan Spesialisasiku

Diposting oleh sachakarina di Kamis, Juli 15, 2010
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Bersosialisasi merupakan hal yang sangat penting mengingat manusia adalah makhluk sosial bukan pribadi. Tanpa bersosialisasi kita tidak bisa saling kenal dan mengenal. Suatu saat kita sangat membutuhkan bantuan dari orang lain dan siapa lagi yang akan ngebantu kita kalau bukan orang lain? Yap, kita semua pasti tahu sepenting apa bersosialisasi itu.

Saya menyadari itu juga, tapi kadang bersosialisasi menjadi salah satu hal yang sangat membosankan untukku. berbasa- basi dengan orang lain apalagi yang tidak terlalu akrab denganku bukanlah keahlianku. Kadang aku bingung sendiri dengan sifatku ini, dengan sahabat- sahabat dan orang yang sudah akrab denganku aku cenderung cerewet, tak habis- habisnya aku mengobrol mulai dari obrolan serius sampai sekedar obrolan warung kopi, ngalor- ngidul nggak tentu arah. Tapi dengan orang- orang yang aku baru kenal --tidak terlalu akrab-- aku cenderung pendiam, keadaan yang sebenarnya sangat tidak nyaman untukku. Dalam keadaan seperti itu otakku pasti berpikir keras mencari pembicaraan yang membuat suasana sedikit cair dari keheningan yang menyelimuti.


Kadang iri juga dengan para sepupu atau sahabatku yang sangat easy going, gampang bergaul dengan orang lain, sangat mudah mencairkan suasana apalagi saat mengobrol dengan orang lain yang baru dikenalnya.

Sifatku ini kadang aku manfaatkan terutama kalau pertama kali kenalan dengan seorang cowok untuk melihat apakah dia bisa lebih dari sekedar teman. Jadi seperti kriteria untuk nyari pacar (Nah loh?? kok malah bahas soal kriteria pacar sih?? ,, boleh dong yah? boleh pastinya! hehe )
aku kadang kehilangan kata- kata apalagi kalau berhadapan dengan orang yang baru. seseorang yang enak dijadikan pacar menurutku adalah yang nyambung diajak cerita, nggak mau dong lagi kencan dengan pacar tapi cuma diam- diaman aja. pacaran amacam apa itu? kesan pertama adalah segalanya, kalau saat pertama kenal kita udah nyambung, enak ngobrolnya, pasti chemistry diantara dua orang itu gampang terbentuk.


Dimana- mana kita harus bisa bersosialisasi bahkan dalam game seperti Harvest Moon juga kita harus bersosialisasi. Dan itu juga menjadi kendalaku dalam main game itu, aku nggak terlalu pandai mensosialisasikan tokohku dengan orang- orang desa, sebaiknya dalam sehari kita bersosialisasi dengan penduduk, tidak hanya pada acara- acara tahunan game itu. Aku kadang lupa hal itu. Mungkin pengaruh sifatku sendiri!!


Tapi Ok. Itu bukan masalah, emang toh itu sifatku sejak lahir, mau gimana lagi, ngerubahnya susah. aku sudah berusaha semaksimal mungkin sih merubah itu tapi kadang sikapku itu kumat lagi. Hadeh,,hadeh..

Meskipun bersosialisasi bukan spesialisasiku tapi aku akan selalu berusaha untuk tetap bersosialisasi dengan lingkungan sekitarku, bukan hanya nambah teman tapi juga nambah pengalaman. iya nggak??
 

Karina Sacharissa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review