Sabtu, 27 Oktober 2012

Eid Al-Adha and Couple of My Cousins

Diposting oleh sachakarina di Sabtu, Oktober 27, 2012
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Sebelum bahas panjang-panjang soal couple yang kumaksud, terlebih dahulu aku ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha. Mohon maaf lahir batin _/\_

Ini adalah salah satu hari Idul Adha yang kulewatkan bersama keluarga, biasanya kalau idul Adha aku nggak mudik dan lebaran di Makassar. Tapi karena kampus sempat libur seminggu dan aku mau penelitian skripsi jadi ke Sinjai.

Setelah shalat Ied kemarin pagi, kami sekeluarga berangkat ke Bikeru, karena akan kurban di sana. Aku dan Ian berangkat belakangan, sedang Mama dan Papa udah berangkat duluan. Setibanya di Bikeru, sapi yang akan dikurbankan belum datang, jadilah kami silatuhrami ke rumah keluarga lain dan siarah ke kubur Iel.

Kami ke rumah Fera. Asyiknya karena ternyata sepupu-sepupuku yang lain banyak yang pulang kampung juga jadi kami sekalian reunian kecil-kecilan. Sayangnya sepupu yang udah kerja tetap di Makassar karena dinas.

Rasanya menyenangkan. Ngomongin apa saja, mulai dari jenis hape, gelar sarjana sampai sperma. hahaha

 kompak :)

Kebanyakan sepupuku cowok :D

Nah,ini ada tambahan dua sepupu cewek :)

Setelah di rumah Fera, kami kembali ke rumah nenek sambil nungguin sapinya datang. Karena nggak banyak tenaga, jadi tenaga cowok-cowok itu sangat dibutuhkan. Aku sih cuma turur heboh aja, bahkan aku sempat tidur siang dulu sampai datang Papa ngebangunin minta kamera.

Setelah acara bagi-bagi daging, kami kembali ke halaman depan. Duduk di tangga rumah nenek. Tiba-tiba aja pengen bernostagia, keinget kenangan masa SMA di rumah itu dan sore hari di tempat yang sama, sambil ngegosip sama sepupu atau tante :D


(Dari kiri) Fera, Icha (aku), Inul dan Tifa :p

Awalnya cuma foto berempat, sampai satu persatu mulai ikut gabung. 
Papa pun nggak mau kalah :p

Tifa ketutupan bunga kembang sepatu :D

Karena Papaku banyak bersaudara (mereka semua sepupu dari pihak Papa) jadi kami bersepupu juga cukup banyak. Dan hampir dari kami semua punya sepupu yang sebaya. Mungkin hanya Kak Nanni (Sepupu yang paling tua) yang enggak. Karena seumuran kami (yang seumuran itu) pasti dekat banget. Contoh, Inul dan Tifa, mereka seumuran, ke mana-mana selalu barengan. Dari sejak lahir mereka selalu sama, sama sekolah, sama kelas, dan bahkan Tifa masih manggil Inul pake embel-embel kakak. Kebiasaan baik yang kadang bikin aku ngernyit juga :D Untungnya sekarang mereka nggak sekelas lagi di SMA, tapi tetep aja masih lengket.

Ada juga Syukran dan Manaf, sejak bayi mereka bareng. Bahkan saking bandel dan kompaknya kedua orang itu, mereka pernah jalanin mobil pick up Om sampai nabrak Dinding saat umur mereka belum lima tahun. Aku masih ingat banget hari itu :D Aku, Ian dan Kak Halis sampai teriak-teriak suruh Om berhenti sebentar karena kami mau ikut, lalu ekspresi kami langsung berubah tepat setelah mobil menabrak dinding dan Om buru-buru keluar dari rumah, antara bingung dan kaget. Ternyata oh ternyata, duo itu yang ngejalanin mobilnya :D

Terus ada couple Gun dan Sabil (Saudara Syukran dan Inul). Kalau yang ini kayaknya emang barengan selalu. Sejak lahir udah bareng, SD sekelas, SMP sempat pisah tapi akhirnya sekelas lagi, dan SMA tetep sekelas. Entah kalau udah lulus mungkin masih lengket, sama kayak Kak Halis (kakak Sabil) dan Kak Chaidir (Kakaknya Gun) yang bahkan setelah kerja masih aja kerja di tempat yang sama. Pokoknya dari dalam kandungan sampai lulus kuliah dan kerja, bareng terus :D 

Aku? Aku juga kayak gitu. Aku deket banget sama Ima. Meski kami sekelas cuma pas kelas 1-2 SD dan SMA aja, tapi kami sangat dekat. Kami bukan cuma sepupu, tapi juga sahabat. Pas SMA, pulang-pergi sekolah kami selalu bareng, kalau nggak pergi bareng malah suka ditanyain sama teman-teman. Aku dekat juga sama Fera, kami nggak seumuran, Fera satu tahun lebih tua dariku tapi itu bukan alasan. Mungkin karena kami berdua sepupu cewek yang bisa dianggap sebaya jadi deket banget. Masih inget pas kami masih kecil, kami berdua sering kompakan masuk ke kolam di kamar mandi nenek, ceritanya lagi iklan sabun. hahaha. Kami suka menggila bareng.  Sedangkan Ian cenderung lebih dekat dengan Ayu (Adeknya Fera yang seumuran denganku). 

 Lucu ya, tenyata nggak cuma grup idola Korea Selatan aja yang ada couple-couplenya tapi juga sepupu-sepupuku. Kadang aku bertanya-tanya, apa keluarga lain juga begitu? Mereka bukan hanya sekedar sepupu, tapi juga sahabat karib.

Kadang aku mendengar kalimat bahwa sahabat bukanlah orang yang selalu akan tinggal bersama denganmu, melainkan keluarga. Tapi kalau sahabat dekatmu adalah sepupumu sendiri adalah sebuah jackpot :D

Senang sekali bisa berkumpul bersama sepupu-sepupu kemarin. Dalam beberapa bulan terakhir, kemarin adalah hari dimana aku tertawa dan berbicara sangat banyak. Beban yang selama ini selalu menekan, terutama mengenai skripsi terlupakan sejenak. Semuanya menjadi lebih indah. Meski hanya sesaat,, aku bahagia bisa merasakannya.
 

Karina Sacharissa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review