Minggu, 13 Maret 2011

Fantasi Iris

Diposting oleh sachakarina di Minggu, Maret 13, 2011 4 komentar




Ini bukan mimpi. Ini nyata yang terasa aneh!

Riris tidak pernah membayangkan dirinya bisa ada di sini. Di negeri dimana pelangi di lukis. Tapi Riris akui negeri ini sangatlah indah. Negeri yang 180 derajat berbeda dengan Bumi. Sayangnya semua warna yang ada di negeri ini mulai memudar.

Awalnya Riris kesulitan untuk beradaptasi, dia benar-benar buta dengan kondisi negeri itu. Untungnya Riris ditolong oleh Arabel, seorang pelukis pelangi yang ternyata adalah penanggung jawab atas terdamparnya Riris di negeri antah berantah itu.

Dan Riris ‘diundang’ ke sana untuk membantu negeri yang sedang di ujung kehancuran itu: menjadi pelukis pelangi. Satu-satunya pelukis pelangi yang tersisa hanyalah Arabel seorang, yang lainnya sudah meninggal di tangan prajurit-prajurit Rasta, penyihir yang sangat berambisi untuk menghancurkan Negeri Iris dan menggantikan keindahan itu dengan kegelapan.

“Untuk apa Rasta mengisap warna-warna itu?” Tanya Riris penasaran.

“Jika warna itu habis maka keindahan juga ikut habis. Negeri ini disokong oleh keindahan dari warna-warna pelangi, atau yang kalian kenal dengan MEJIKUHIBINIU!”

“Kamu pernah bilang Negeri ini dan Bumi saling berhubungan kan?”

Arabel mengagguk pelan. “Ya. Keindahan di Bumi bersumber dari sini. Jika negeri ini hancur maka jauh lebih mudah untuk Rasta menguasai keduanya!”

Bumi dikuasai oleh penyihir seperti Rasta? Riris tidak bisa membayangkan hal itu terjadi. Riris harus melakukan sesuatu! Bukankah itu tujuannya dia bisa ada di sini? Meski dia agak shock juga pada awalnya.
Mendadak semangat Riris meletup-letup. “Apa yang akan kita lakukan sekarang?”

“Ini!” Arabel menyodorkan sebuah kuas bulu, Riris menerimanya dengan gugup. Semangatnya menguap dengan cepat.

Riris memandangi kuas yang serasa sangat ringan di tangannya. Riris memang sering melukis pelangi di atas kanvas. Pelangi adalah objek lukisan favorit Riris, tapi belum pernah sebelumnya dia melukis pelangi langsung di langit. Bahkan memimpikannya pun dia tidak pernah.

“Apakah aku bisa?” Tanya Riris ragu. Arabel yang sedang sibuk mengurusi cat-cat langsung menoleh.


“Tentu. Ini sama saja dengan melukis di atas kanvas seperti yang biasa kamu lakukan. Ayo kita mulai!”
Riris mengikuti Arabel yang sudah berjalan lebih dahulu menuju ke sebuah taman di tengah negeri yang sepi. Puing-puing bangunan berserakan di beberapa tempat. Riris mengamati sekeliling, mencari pintu penghubung antara bumi yang dulu menjadi jalannya hingga bisa sampai ke sini, tapi tak ada tanda-tanda sedikit pun bahwa pintu itu ada atau bahkan pernah ada. Yang ada hanyalah kabut-kabut tipis berwarna-warni yang sudah memudar di beberapa bagian, bahkan ada yang nyaris kehabisan warna. Memucat, seperti manusia yang kehabisan darah.

 “Kemana Nathan pergi?” Tanya Riris lagi, terus mengekor di belakang Arabel, bagaimanapun dia tidak terlalu mengenal negeri ini.

Nathan adalah Rex (Raja) di negeri itu. Tahta itu terpaksa diembannya di umur yang sangat belia karena ayahnya meninggal saat perang besar terjadi setahun lalu.

Nathan dan Arabel sudah bersahabat sejak kecil, apalagi keduanya berasal dari keluarga bangsawan. Selama di negeri Iris mereka selalu bertiga, tak pernah terpisahkan sama sekali. Tapi pagi ini Nathan tidak ada  dan itu menimbulkan pertanyaan di benak Riris.

“Nathan sedang ke danau Warna. Sepertinya danau Warna yang menjadi incaran Rasta sekarang. Air danau itu makin menipis saja! Kita bisa kehabisan cat pewarna untuk melukis pelangi jika danau itu sampai kering!”

Riris tidak bertanya apa-apa lagi. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri, menuju ke Bumi. Tempat tinggalnya. Tempat Bunda, Jaci dan orang-orang yang disayanginya berada. Bagaimana jika dia tidak bisa kembali? bagaimana dengan Bunda?

“Prajurit-prajurit Rasta biasa dipimpin oleh Ken!” Suara bening Arabel berhasil memecahkan lamunan Riris!

“Siapa Ken?”

“Ken adalah putra Rasta. Dulu, sebelum peperangan pecah, aku, Nathan dan Ken adalah sahabat. Ibunya juga  adalah seorang pelukis pelangi.” Riris terkesiap mendengar pernyataan Arabel.

“Tapi—”

 “Hujan sebentar lagi akan reda. Ayo, kita harus segera memulai melukis pelangi.” Arabel memotong. Mereka harus segera memulai melukis karena hujan akan segera reda.
Riris tiba-tiba membayangkan betapa indahnya negeri ini saat masih damai dulu. Gumpalan awan, kabut tipis, serta danau yang berwarna-warni terformulasi dalam takaran warna yang pas satu sama lain. Kontras.

”Sering muncul prajurit Rasta jika hujan sedang turun di bumi. Jadi berhati-hatilah. Bersembunyilah di balik kabut yang warnanya belum terlalu pudar. Mereka tidak akan melihatmu. Mereka resisten terhadap warna cerah!” Riris mengangguk-angguk mendengar penjelasan Arabel meski sebenarnya dia masih ragu.

Bisakah dia melukis dengan baik? Dan bisakan dia menghindar dari prajurit Rasta yang terkenal amat sangat kejam itu? Bagaimana jika dia tidak bisa kembali ke Bumi? Bagaimana dengan Bunda?

“Tidak.. Tidak..” Riris menggeleng pelan, berusaha menghalau pikiran negatif yang mulai menghantui. 
“Semua akan baik-baik saja!” Tegasnya dalam hati. Riris mulai meniti gumpalan-gumpalan awan berbentuk tangga menuju langit.

Dia mencelupkan kuasnya di cat berwarna merah. Dia memulai dengan warna favoritnya. Dengan ragu Riris menggoresnya kuasnya ke langit. Tapi tidak terjadi apa-apa. Riris mencoba lagi. Masih sama. Riris terus mencoba tapi tidak ada perubahan.

“Arabel, aku tidak bisa melakukannya!” Kata Riris putus asa. Suaranya terdengar sedih. Arabel datang menghampiri. Dia tersenyum tipis.

“Apa kau percaya bisa melakukannya?” Arabel menyentuh pelan bahu Riris, berusaha menyalurkan energi positif untuk sahabat barunya ini. Riris terdiam, mengulangi pertanyaan itu dalam hari. Percayakah dia? 

“Dalam melukis pelangi, bukan hanya sekedar kuas dan cat saja yang dibutuhkan. Tapi juga kepercayaan. Apapun yang kamu lakukan, sesulit apapun itu, jika kamu percaya, maka sesuatu itu akan menjadi mudah. Aku percaya kamu bisa melakukannya, jadi kamu juga harus percaya pada dirimu sendiri!” Lanjut Arabel.

Riris menghela nafas panjang, “Ya. Aku pasti bisa. Ini juga untuk Bumi!” Tegas Riris, senyum tipis tersungging di bibirnya. Arabel ikut tersenyum. Tidak salah dia memilih Riris sebagai penolong.
***
Riris sudah menyelesaikan setengah dari pelangi itu saat dia merasakan temperatur udara tiba-tiba turun secara drastis, sama seperti saat pertama kali dia menginjakkan kaki di negeri ini dan prajurit Rasta menyerangnya, beruntung saat itu dia ditolong oleh Arabel.

Arabel. Dimana Arabel? Riris mulai mencari-cari. Saking bersemangatnya melukis Riris sampai tidak menyadari bahwa dia tidak bersama Arabel lagi. Riris meniti gumpalan awan dengan cepat, dia ingin segera menemukan Arabel dan pergi dari tempat itu.

Tapi terlambat, begitu Riris menginjakkan kakinya di tanah, dari kejauhan dia bisa melihat prajurit-prajurit Rasta semakin mendekat, semacam bayangan hitam yang terus menyerap warna dari sekitarnya. Dan anehnya tindakan itu malah membuat mereka semakin  gelap dan warna disekitar semakin memudar.
Riris segera menghindar, dirapatkannya tubuhnya dibalik puing-puing bangunan. Riris menyentuh dadanya, merasakan detakan jantungnya yang semakin memburu. Bayangan-bayangan hitam itu semakin mendekat. Riris menyentuhkan ujung kuasnya ke arah kabut tipis yang ada di sebelah kirinya hingga semua cat yang menempel di kuas bulu itu habis. Perlahan kabut yang awalnya berwarna pucat kini menjadi merah darah, kabut itu pun menjadi perisainya.

Dalam jarak yang sangat dekat, Prajurit-prajurit Rasta tidak mampu menghisap warna itu karena pancaran sinar yang dihasilkan. Riris menghela nafas lega. Dia mengintip sebentar untuk memastikan bahwa bayangan hitam yang ternyata terlihat sangat menakutkan dalam jarak yang sangat dekat sudah menjauh.

Riris segera ingin melarikan diri dan menjauh dari situ. Dia mengambil rute yang berlawanan dengan sekumpulan prajurit tadi.

Tiba-tiba tubuhnya menubruk seseorang. Riris segera mendongak, untuk sepersekian detik dia terpana sampai akhirnya dia tersadar siapa sebenarnya orang yang mengenakan pakaian serba hitam ini.

“Akkrrggghhh..” tanpa sadar Riris malah berteriak dengan keras. Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Cat di kuasnya sudah habis dan dia tidak punya persediaan.

Temperatur udara kembali menurun menandakan prajurit itu semakin mendekat. Tanpa Riris duga, orang yang tadi ditubruknya langsung mendekap mulut Riris dengan tangan dan merapatkan tubuhnya di dinding, menghimpit –melindungi—Riris dari pandangan prajurit-prajurit itu.

Riris merasa jantungnya serasa ingin melompat keluar. Tapi kali ini sepertinya bukan karena takut tapi karena posisi mereka, orang itu seperti merangkul Riris.

Prajurit Rasta mencari-cari asal suara itu, tapi tidak berhasil mereka temukan pada akhirnya. Salah satu prajurit lalu berbicara dengan bahasa yang Riris tidak mengerti sama sekali dan kemudian mereka menjauh.

Dekapan tangan di mulut Riris melonggar. Riris langsung melompat menjauh, mencipta jarak.

“Apa yang kau inginkan?” Sembur Riris. Orang itu tersenyum sinis.

“Begitukah caramu berterima kasih?” Riris tidak menjawab. Dia menggenggam kuas dengan sangat erat, berusaha menyalurkan ketegangannya.

Orang itu menatap Riris dengan tajam, dan juga –kalau Riris tidak salah lihat—khawatir?

“Riris?!” Riris langsung menoleh begitu mendangar namanya di panggil. Suara bening yang sangat familiar. Arabel. Orang yang berdiri di depan Riris langsung terkesiap.

“Well, kita pasti bertemu lagi!” Bisiknya di telinga kanan Riris sebelummenghilang. Riris terpaku.

“Kamu tidak apa-apa? Maaf aku meninggalkanmu!” Kata Arabel cemas. Riris menggeleng pelan.

“Aku tidak apa-apa. Jangan khawatir!”

“Ayo kita segera pergi dari sini. Saat ini  keadaan sedang tidak aman.” Arabel menuntun Riris pergi menjauh dari taman itu.

Riris tidak  peduli dengan lingkungan sekitar lagi, bahkan suara Arabel terdengar hanya seperti desauan angin. Pikiran Riris sedang terfokus pada orang yang menolongnya tadi.

Ken.

Jika itu memang Ken, mengapa dia malah menyelamatkan Riris? Bukankah tujuan mereka untuk mengambil alih negeri ini dan menjadikannya negeri kegelapan?  Riris tidak mengerti!

Banyak hal yang Riris tidak—belum—tahu memang. Termasuk perasaan aneh yang mulai menyelusup masuk saat Ken merangkulnya tadi.

“Mungkin Ken memang tidak sejahat itu!” Gumam Riris pelan!
*** 

*Merupakan bagian dari Antologi cerpen Pelangi
 * Riris, Ken, Arabel, Nathan merupakan tokoh dalam novel Fantasi Iris karya penulis yang Sama

Korean Pop: Super Show 3

Diposting oleh sachakarina di Minggu, Maret 13, 2011 0 komentar
Liat juga postingan sebelumnya, Korean Pop Part 1, part 2, part 3

***
Untuk ini aku mau ngeshare foto hasil scan dari majalahnya aja, soalnya artikelnya hampir sama dengan yang ada di fanbase Super Junior, saya yakin yang lain juga udah pernah baca kan! Kalau belum, 미안 , liat foto-fotonya aja yah. hehehe,







  




 wow!! 


Sabtu, 12 Maret 2011

My favorit flower: Sunflower

Diposting oleh sachakarina di Sabtu, Maret 12, 2011 0 komentar


Nggak tahu kenapa aku tiba-tiba kepikiran pengen nanam bunga matahari di halaman depan rumah yang amat sempit. Aku memang paling suka bunga matahari. Dulu di Sinjai ada tanamannya tapi udah punah bertahun-tahun lalu, aku juga nggak pernah kepikiran lagi sampai beberapa minggu lalu.


Awalnya sih cuma liat tanaman kangkung Alia didepan rumahnya, jadi pengen nanam-nanam juga, tapi saya pengen nanam bunga aja, jadi saya ambil deh biji bunga Pacar Air yang banyak tumbuh juga di halaman rumahnya Alia. Saya sebar di halaman depan yang rumputnya lumayan tinggi. Tapi sekarang udah dibersihkan.

Pas lagi masuk kelas, kebiasaan kalau kebosanan saya suka gambar-gambar apa aja di kertas, entah saling kirim memo sama Eni atau Alia atau ngegambar-gambar bunga. Tiba-tiba kepikiran bunga matahari dan pengen nanam. Pasti cantik kalau banyak bunga tumbuh di halaman, lagipula lumayan kan dapet kuaci. hehehe

Kemarin saya udah nyari bibitnya ke 5 toko Tani di jalan Veteran tapi nggak satupun yang ngejual, yang ada cuma sayur-sayuran sama buah doang. Alia yang kebetulan nemenin saya nyari juga ngeusahain nyariin di kampungnya, di Mandar. Semoga ada! Saya juga udah teleponin Mama nyuruh Nenek di Sinjai Barat buat nyariin, bibit tanaman yang ditanam di Sinjai dulu kan dari sana.

Nah, tadi pagi, Saya sama Anto bangun pagi-pagi buat ngerapiin halaman, rencananya juga pengen nyari bibit bunga matahari lagi, kali ini di toko bunga.

Kami beres-beres halaman sampai pukul 8.30, setelah itu kami pergi nyari bunga. Tanpa mandi pagi dulu. Saya sebenarnya pengen mandi dulu tapi dilarang sama Anto, katanya setelah pulang aja baru mandi.

Pertama kita nyari di pasar terong tapi nggak ada, jangankan bunga matahari bunga lain aja nggak ada. Terus kita lanjut ke tanjung bunga. Eh, nyampai tanjung, Anto pengen berenang di Akkarena, jadilah kami mampir dulu di GTC buat ngambil uang di ATM. Belum ada satu pun  toko yang buka, yang ada cuma cleaning service yang lagi bersih-bersih. Di Akkarena cuma makan aja, saya nggak berenang. Nggak suka berenang di air laut soalnya, lengket!




dan ngeliat suasana ini keinget sama pantai Melayu di Batam. Nyaris mirip, bedanya kalau di Akkarena udah di semen, kalau di pantai Melayu masih pasir. Jadi, pengunjung bawa tikar masing-masing dan duduk di pinggir pantai, kesan tamasyanya jauh lebih berasa. Tiba-tiba jadi kangen Batam. huhuhu :(

Saya sempat nulis nama di pasir, setelah itu di foto dan dijadiin foto Profil facebook, nggak lama bakal ganti foto avatar twitter juga. hahaha

aku nulis ini nih, tau bacanya nggak? tapi kayaknya bakal ketahuan dari semua postingan-postingan yang memenuhi blog saya akhir-akhir ini. hahaha

Pas mau pulang langitnya mendung banget, langsung ke ingat kalau kemarin Jepang kena Tsunami dan ngancam Sulawesi juga. meski rumornya Sulawesi Utara saya tetep mikir macem-macem, gimana kalau tiba-tiba ada tsunami juga di Makassar? apalagi dosenku pernah cerita kalau di sekitar Makassar juga punya peluang untuk gempa.. Hyiiii ngeri.

Kami ke tanjung bunga buat nyari bunga dan nggak ada bunga matahari. Penjualnya bilang bunga matahari udah punah. Mungkin maksudnya di Makassar udah nggak ada lagi gitu. Kalau punah kan berarti udah nggak ada sama sekali dong!

Kami cuma beli melati, rencana mau beli mawar juga tapi nggak jadi, sama penjual bunga di situ di suruh ke TVRI nyari bunga mawar disana, katanya sih lebih murah. dan kami keguyur hujan di tengah jalan. Hujan-hujanan deh. Tau aja kalau saya belum mandi. hahaha

Nyampe rumah pukul 12 dengan basah kuyup, langsung mandi dan tidur sampai jam 4 sore. Rasanya lelah sekali!!

Aku dah putus asa nyari bunga matahari, dan bodohnya saya nggak kepikiran toko online sama sekali selama ini. Langsung dah searching dan nemu. Gampang, nggak capek. Cuma ngeklik-klik aja, nulis pesanan, transfer duit, nungguin dianterin di rumah. nggak perlu repot-repot keliling kota, menghabiskan tenaga. Huuhh

Saya beli dua paket, masing-masing 20ribu, lumayan murah. Jenis sun-gold dan kidstuff. Kalau sun-gold warnanya agak orange, kalau kidstuff warnanya kuning cerah, sejenis kali yah sama sunflower yang biasa saya tanam. .

kidstuff


sun-gold

Masih banyak yang lain dan semuanya cantik-cantik. Ternyata ada juga yang warna putih dan kalau aku liat bunganya kayak bunga daisy, cuma sunflower diameternya lebih besar.

 Cappuccino hybrid

chianti1

Strawberry1


The American Giant

Vanilla ice

Daisy flower, mirip kan sama sunflower Vanilla ice??

Udah nggak sabar nungguin kiriman benihnya datang dan saya bisa memenuhi halaman rumah dengan bunga matahari. hihihi

Minggu, 06 Maret 2011

Super Junior di Majalah Korean Pop (part 3)

Diposting oleh sachakarina di Minggu, Maret 06, 2011 0 komentar
Udah ada dua postingan sebelumnya mengenai ini, part 1 dan part 2

***


A (Art: Sensibilitas dibalik penampilan garang)

BIJIN  YO ( YOU ARE BEAUTIFUL) ADALAH NOMOR UP-TEMPO DANCE DENGAN GAYA FUNKY. KOREOGRAFINYA JUGA MEMIKAT. BISA KALIAN JELASKAN SECARA SINGKAT MENGENAI KOREOGRAFINYA?
Eunhyuk: Poin utama dalam koreografi ini adalah gaya skate dance yang terinspirasi dari atlet skate Kim Yon Ah. Kareografi ini kami ciptakan bersama Nick Bass. Kami sampai tidak tidur demi mempersiapkan tarian ini. Kami masih punya koreografi lain yang pasti akan memukau kalian.
Shindong: Kami cukup kesulitan saat memikirkan koreografi untuk album ini. tarian untuk Bijin Yo sungguh menguras tenaga. Rasanya tak perlu diet lagi ya, hahaha.
TARIAN YANG KALIAN CIPTAKAN TIDAK KALAH DARI TARIAN NICK BASS. BAGAIMANA KALIAN MEMIKIRKAN KOREOGRAFINYA?
Eunhyuk: Pertama-tama aku berpikir bagian mana yang bisa membuat fans senang. Di bagian chorusnya adala lirik berbunyi ‘auoka aumaika 3x boku no you na otoko’. Tokoh utamanya tak bisa mengungkapkan perasaan pada sang gadis, dan ia hanya bisa menjaganya dari kejauhan. Aku rasa ini menunjukkan sisi sexy pria, dan aku berusaha menampilkannya dalam tarian. *saya nggak tau lagu yang mana yang dimaksud. hehehe*
Shindong: Aku memikirkan koreografinya dengan berpikir seperti Nick Bass!
BERIKUTNYA, PERTUNJUKAN SEPERTI APA YANG INGIN KALIAN TAMPILKAN?
Eunhyuk: Aku ingin mencoba tampil solo.
Shindong: tampil telanjang bulat? Aku percaya diri dengan bentuk tubuhku, hahaha.
DENGAN JUMLAH KALIAN YANG SEKARANG 10 ORANG, IKATAN SUPER JUNIOR MAKIN ERAT. APA ADA HAL YANG INGIN KALIAN SAMPAIKAN PADA PERSONEL LAINNYA?
Eunhyuk: Ayo kita berusaha keras seperti saat debut. Ikatan kita adalah yang paling kuat diantara grup lain, dan sampai kapan pun tak akan terpisahkan.
Shindong: Leeteuk hyung, aku cinta kamu! Heechul hyung, aku cinta kamu! Aku cinta kalian semua!

R (Real: Badut yang menanggalkan topengnya)
MARI KITA LEPAS TOPENG YANG BERAT DAN MENJADI DIRI KITA YANG SESUNGGUHNYA. SUPER JUNIOR SEBENARNYA ORANG YANG SEPERTI APA?
Yesung: Orang yang merasakan bahagia karena cinta dan mudah terluka.
Ryeowook: Grup yang tidak mengenakan topeng. SUPER JUNIOR adalah rasa familiar yang kami bawa. Terkadang kami begitu polos, terkadang juga sedikit aneh. Tapi, kami semua sangat jujur.
Kyuhyun: Dibanding artis, kami lebih mirip anak-anak tetangga. Mungkin juga seperti senior di kampus. Aku berharap bisa menyampaikan imej itu pada fans.
HONGKONG, TAIWAN, FILIPINA.. KALIAN SUDAH BANYAK TAMPIL DI MANCANEGARA. SAAT BEPERGIAN ITU BAGAIMANA MEMANFAATKAN WAKTU LUANG?
Yesung: Aku biasanya menjelajah internet, bermain games atau menonton DVD.
Ryeowook: Akhir-akhir ini kami semua keranjingan Twitter. Aku biasanya berfoto. Bukan pose keren, tapi pose yang berkonsep.
Kyuhyun: kalau aku menonton film atau bermain game.
HARI-HARI KALIAN PENUH DENGAN KESIBUKAN. SEANDAINYA KALIAN PUNYA SATU HARI PENUH TANPA BEKERJA, APA YANG AKAN KALIAN LAKUKAN?
Yesung: aku ingin menghabiskannya di rumah bersama orang tuaku.
Ryeowook: personel super junior sangat menyukai Bowling. Kalau ada waktu, aku ingin pergi bermain bowling bersama semuanya.
Kyuhyun: Aku tak melakukan apapun, hanya bermalas-malasan di rumah.


Credit: Korean Pop edisi 10/ 2011 hal 29
 ***

Super Junior di Majalah Korean Pop (part 2)

Diposting oleh sachakarina di Minggu, Maret 06, 2011 1 komentar
Ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya, Super Junior di Majalah Korean Pop Part 1
***
 
T (Try = Makin berusaha, makin bersahaja)
SUPER JUNIOR ADALAH… BAGAIMANA KALIAN MENGEKSPRESIKAN SUPER JUNIOR DALAM SATU KATA?
Siwon: SUPER JUNIOR adalah pelangi. Pelangi hanya muncul setelah hujan. Tujuh warna pelangi terlihat sangat indah. SUPER JUNIOR adalah grup yang berusaha keras agar bisa bersinar seindah pelangi.
DonghaeSuper Junior adalah Ibu. Itu karena SUPER JUNIOR adalah grup yang memiliki kehangatan seperti seorang ibu.
APA YANG KALIAN KORBANKAN DEMI ALBUM KEEMPAT INI?
Siwon: Karena syuting drama, aku harus mengorbankan partisipasiku dalam album.
Donghae: Aku mengorbankan waktu tidurku.
KABARNYA KALIAN REKAMAN ALBUM INI HINGGA LARUT MALAM. BAGAIMANA KALIAN MEMBERI PENILAIAN ATAS KEPUASAN DAN KETIDAKPUASAN HASIL ALBUMNYA?
Siwon: Karena aku nyaris tidak turut serta dalam pembuatan album ini, aku senang sekali melihat hasilnya begitu bagus. Aku berharap bisa tampil baik bersama rekan-rekan lainnya membawakan lagu-lagu ini di TV.
Donghae: 50%-50%. Meski dikatakan album yang sempurna, aku masih merasa ada beberapa bagian yang bisa kami lakukan lebih baik lagi.
MESKI USIA MASIH MUDA, KALIAN SUDAH MENUNJUKKAN BENTUK TUBUH YANG INDAH DAN SEXY. APA KALIAN SULIT MENAHAN KEINGINAN MAKAN DISAAT REKAMAN MALAM HARI?
Siwon: Aku selalu kesulitan dalam menahan nafsu makanku. Untuk mendapatkan bentuk tubuh indah, diperlukan kendali diri yang kuat dan menjauhi makanan favorit.
Donghae: Karena pada dasarnya aku bukan orang yang suka makan, jadi aku tak merasa kasulitan.
KALIAN SUDAH ENAM TAHUN BERKECIMPUNG DI DUNIA HIBURAN, TAPI MASIH ADA HAL YANG MENJADI KESALAHPAHAMAN. APA SAJA PERSEPSI PUBLIk TENTANG KALIAN YANG SALAH?
Siwon: Kami tidak hanya mahir dalam lelucon tapi juga music.
Donghae: Kami sebenarnya mahir bernyanyi! Kalian akan memahaminya bila menyimak lagu kami dari awal sampai akhir.
DIANTARA KALIAN SIAPA YANG PALING MENJADI PANUTAN?
Siwon: Menurut Manajer sih katanya aku yang paling menjadi panutan, hahaha
Donghae: Kalau aku.. wah, sudah waktunya tampil. Sudah dulu ya!
HAL APA YANG SAAT INI PALING INGIN KALIAN PELAJARI?
Siwon: Yang ingin aku pelajari… percintaan. Aku ingin belajar mencintai.
Donghae: Aku ingin mempelajari semua bidang.

Credit : Korean Pop edisi 10/ 2011 hal 28

***
Korean Pop Part 3

Super Junior di Majalah Korean Pop (part 1)

Diposting oleh sachakarina di Minggu, Maret 06, 2011 3 komentar
Kemarin, saat jalan-jalan ke mall panakukang dengan teman-temanku, kami nemu majalah Gaul dan Korean Pop. Alia beli majalah gaul yang bonus posternya adalah Kyuhyun Super Junior dan sampul belakang majalah itu ternyata foto Leeteuk, saya nyaris teriak pas ngeliat foto itu. Sedangkan saya beli majalah Korean Pop yang ngebahas tentang Super Junior dan Super Show 3-nya.  Ada bonus DVD + PINS UP SUPER JUNIOR+POSTER. DVDnya berisi 10 MV 3D (yang bikin sebel nggak ada Super Junior), Konferensi pers di Singapura, dan artis-artis Kpop lain.

Korean Pop ini pengen menerbitkan edisi Khusus SUPER JUNIOR 5 tahun, tapi sebelumnya mereka buat artikel pendahulan mengenai berbagai kisah mereka dan Super Show 3. Awalnya saya pikir saya belinya majalah yang udah lama banget, karena mereka baru mau bahas mengenai anniversary Super Junior yang udah lewat lama dan juga album Bonamana. Setelah saya cek saya nggak nggak salah beli kok (mungkin memang agak telat dikit), Korean Pop yang saya beli adalah edisi 10 tahun 2011 untuk Februari dan Maret. Tapi, ya sudahlah.
Entah karena lagi kurang kerjaan saya scan foto-fotonya dari majalah dan di posting disini. Hehehe

Nggak semua artikelnya aku tulis, capek euy, karena ada 12 halaman. Ini pun artikelnya aku bagi empat, biar nggak terlalu panjang. Dan artikel dari majalah ini juga mungkin ada yang udah pernah kalian baca sebelumnya di fanbase-fanbase Super Junior. Tapi, dibaca ulang juga nggak ada salahnya kan? Hehehe
***



Super Junior
Keyword: STAR


Kisah Super Star Tanpa Akhir
Selain keheningan, tak ada yang bisa diungkapkan oleh music. Begitu pula dengan music mereka. Di album keempat, Bonamana, SUPER JUNIOR kembali dengan menampilkan energy yang meluap-luap. Dengan vocal nan merdu, mereka membawa kebahagiaan pada fans dan pendengarnya. Rasanya tidak ada habisnya cerita grup KPOP yang saat ini paling popular di Korea maupun Asia. Sehubungan rencana redaksi menerbitkan edisi khusus SUPER JUNIOR 5 tahun, berikut ini kami turunkan artikel pendahuluan mengenai berbagai kisah mereka dan Super SHOW 3. Selamat menikmati..
S (Stage= Panggung, luapan semangat)
6 TAHUN SETELAH DEBUT, APA ARTI PANGGUNG BAGI SUPER JUNIOR?
Leeteuk: Bagiku panggung adalah obat. Dibandingkan obat apapun, panggung selalu bisa memberiku kekuatan lebih. Meski lelah dan suasana hatiku tak enak, begitu naik ke atas panggung aku langsung bersemangat kembali. Dimana pun dan kapan pun panggung akan selalu memberiku kekuatan. Mungkin seperti sahabat yang bisa diandalkan ya?
Heechul: Panggung adalah panggung. Tak ada penjelasan lain.
Sungmin: Bagiku panggung membingungkan.
KALIAN MENYELESAIKAN ALBUM INI SETELAH MELALUI BANYAK PERJUANGAN. APAKAH RASANYA BERBEDA? APA YANG KALIAN PIKIRKAN DI SAAT SULIT?
Leeteuk: Aku percaya esok akan lebih baik. Mesti sekarang mengalami kesulitan, aku yakin besok aka nada hari bahagia. Dengan berpikiran positif, hal yang baik pasti akan terjadi.
Heechul: Saat sulit aku selalu memandangi foto lama saat kami debut dan mengenang masa-masa itu. saat debut kami belum mengerti apa-apa dan hanya merasa gembira.
Sungmin: aku memikirkan orang tuaku dan berusaha lebih keras.
TAHUN 2009 LALU ALBUM KETIGA KALIAN, SORRY SORRY, MENCAPAI ANGKA PENJUALAN 250.000 COPY DAN MENCETAK REKOR. TENTUNYA KALIAN MERASAKAN TEKANAN UNTUK ALBUM KEEMPAT BONAMANA (2010). BAGIAN MANA YANG MENARIK DARI ALBUM KALI INI?
Leeteuk: Aku ingin fans melihat sosok kami yang baru. Bila sebelumnya imej kami sedikit lemah, mulai sekarang kami akan menampilkan imej yang lebih sehat dan kuat. Tapi, terkadang kami juga akan tampil manis.
Heechul: Yang penting dari SUPER JUNIOR adalah kekompakan kami. Aku ingin menghadirkan album yang menunjukkan kekuatan ikatan diantara kami.
Sungmin: Untuk promosi album ini kami berubah menjadi sosok macho dan sexy. Aku ingin memukau fans dengan penampilan keren kami, hahaha. -_-“
SAAT DEBUT KALIAN BERUSIA REMAJA. ENAM TAHUN SETELAHNYA, KALIAN SUDAH BERUSIA 20-AN. SEIRING DENGAN WAKTU, KESULITAN APA YANG KALIAN ALAMI?
Leeteuk: Aku selalu berharap seperti pendatang baru! Tapi, kalau dipikir-pikir, aku jadi lebih banyak berkeringat. Apa mungkin itu pengaruh usia ya? Hahaha.
Heechul: Begitu konser selesai, tubuhku rasanya sakit semua.
Sungmin: Aku merasa kekuatan fisik jadi melemah. Karena itu aku jadi mudah tertidur.
ALBUM BARU, PANGGUNG BARU, KOREOGRAFI BARU. PDA AWALNYA KALIAN PASTI BUTUH WAKTU UNTUK MENYESUAIKANNYA. BAGAIMANA CARA AGAR BISA  CEPAT BERADAPTASI?
Leeteuk: Aku berlatih dengan insting. Berlatih dan terus berlatih. Dengan banyak berlatih, hal-hal baru bisa dengan cepat dikuasai.
Heechul: Aku berpikir bahwa kami adalah SUPER JUNIOR, bukan amatiran!
Sungmin: Aku rasa berlatih berulang kali adalah hal penting. Aku selalu berlatih hingga lagu dan tariannya benar-benar melebur dalam diriku.
KALIAN AKTIF DALAM BANYAK BIDANG, MULAI DARI VARIETY SHOW, DRAMA, MUSICAL, HINGGA RADIO. BILA MENDAPAT KESEMPATAN UNTUK MELAKUKAN HAL LAIN LAGI, APA YANG INGIN KALIAN COBA?
Leeteuk: aku ingin tampil dalam film romatis. Aku ingin mencoba peran seorang pria yang sedih karena terpaksa berpisah dengan kekasihnya. Aku percaya dengan kemampuanku untuk membintangi kisah cinta sedih.
Heechul: Kalau aku justru ingin sebaliknya. Karena selama ini sudah mencoba banyak bisang, aku ingin lebih focus pada satu bidang saja.
Sungmin: Aku ingin mengubah imej jadi pria yang lebih kuat dan mencoba film laga.

Credit: Korean Pop edisi 10/ 2011 hal 26-27


***
Korean Pop part 2
Korean Pop part 3

Rabu, 02 Maret 2011

SUPER JUNIOR M PERFECTION + CHIBI

Diposting oleh sachakarina di Rabu, Maret 02, 2011 0 komentar

Kembali dengan postingan Super Junior. hehehe *keranjingan*

Kali ini mau ngeshare MV terbaru Super Junior M Perfection

Versi Mandarin



Versi Korea



Saya sih lebih suka versi Mandarinnya, versi Koreanya terdengar aneh di telinga saya. padahal saya nggak begitu suka lagu mandarin loh, kalau bukan karena Super Junior saya pasti nggak bakal punya koleksi lagu mandarin. hehehe

Saya juga lebih suka Perfection daripada Super Girl, lagu di album mereka sebelumnya. Dancenya yang ini kelihatan bener-bener matang, apalagi pas di menit 00:58 sampai 01:00, keren banget lah pokoknya. Dan lagu favorit saya di album ini adalah True Love dan Perfection.

Kedua versi videonya nyaris sama dalam hal tampilan. Karena penasaran saya sibuk-sibuk nyari bedanya dengan membandingkan kedua video tersebut. MV Korea versi aku putar di laptop dan versi mandarin di ponsel, diputar secara bersamaan, dan benar-benar mirip. Bedanya cuma sedikit pada posisi Kyuhyun, abju yang dipakai Ryeowook dan pose Siwon. Selebihnya nyaris sama kecuali mungkin ada perbedaan yang luput dari mataku. hahaha.

Ada Chibinya juga, yang dibuat sama MyCherishe. Ini sama kayak Chibi No Other yang pernah saya share sebelumnya.

 







Cute-cute kan? salut deh sama yang buat!!
 

Karina Sacharissa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review