Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curcol. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2011

Cobalah Menulis Dengan Tidak Asal!

Diposting oleh sachakarina di Senin, November 07, 2011 0 komentar
Sedang iseng membaca sekilas fanfic di blog sebelah, yang sangat sering menjadi pembahasanku dengan Nadh.  Aku bukannya sok pintar soal tulis-menulis, aku juga masih setahun menggelutinya tapi dalam rentang waktu itu, aku mencoba terus belajar dan sepertinya aku punya sedikit bekal untuk itu—meski bisa dibilang masih sangat minim.

Penulis mungkin saja bisa diartikan orang yang mampu menulis. Tapi dalam hal menyajikan cerita untuk disuguhkan kepada orang lain tidak semudah itu. Kita harus memperhatikan banyak hal (lupakan soal ide, di sini kita menganggap ide semua orang bagus) terutama mengenai tata bahasa. Apa nggak malu menyajikan sebuah cerita yang banyak typonya? Salah susunan kalimatnya?

Di blog sebelah itu, saya sedikit tertarik dengan penggunaan kata teaser dan prolog dalam ceritanya. Untuk ukuran tulisan sepanjang  yang ditulis author itu, aku pikir itu tidak bisa dikategorikan sebagai teaser ataupun prolog. Teaser atau prolog hanyalah pemancing pembaca, singkat. Aku mengomentarinya, memberikan pendapatku.

Aku jadi sebel gara-gara komentar orang itu, yang seolah-olah mengatakan aku tak tahu apa-apa mengenai teaser dan prolog, tentang sebuah penulisan. Aku bisa sombong dengan mengatakan bahwa aku sudah tiga kali memenangkan lomba fanfic. Perlukah aku memperlihatkan kepadanya agar dia tidak terlalu merendahkanku? Huh.. 

Aku jadi ingat saat naskah #sesal dibantai habis-habisan sama Mbak Clara Canceriana (Penulis Rain Affair). Jleb.. Jleb banget gitu dan salah satu yang menjadi sorotan adalah prolog yang lumayan panjang (3 halaman, spasi 1). Mbak Clara mengatakan itu bukanlah teaser, dan lebih baik dijadikan bab awal. 

Ini isi evaluasi dari Mbak Clara:

Oh, ya. Soal prolog (maap, mendadak inget, jadi agak random). Aku pernah mengajukan prolog di naskah Rain Affair yg berbuntut dieksekusi. Sama kayak punyamu, tapi prolog itu nggak seperti itu. Prolog itu bukan adegan yang panjang. Prolog itu sekedar pancingan makanya biasanya prolog harus sesuatu yang membuat orang penasaran. Nah, karena di naskah ini prolognya seperti bab 1, aku rasa itu dijadikan bab pembuka saja (ini juga yang bikin Rain Affair nggak punya prolog TT TT)
Pun dengan epilog.

Kalau aku sih lebih suka dibilangin tulisanku lebih jelek daripada dielu-elukan bagus padahal kenyataannya enggak bagus >.< tapi bukan berarti aku mengatakan tulisan orang itu jelek ya, aku hanya mempermasalahkan mengenai pengertian teaser dan prolog itu.

Menulis juga termasuk sebuah pekerjaan jadi perlakukan dengan professional. Dan kita menulis dengan untuk orang lain, jadi cobalah menulis dengan tidak asal.

Kamis, 29 September 2011

The Third Time

Diposting oleh sachakarina di Kamis, September 29, 2011 0 komentar


Entah dimana saya pertama kali membaca pengumuman lomba itu, yang jelas saya tergugah untuk mengikutinya. Sebuah kontes penulisan fanfic. Yang menarik perhatianku sampai ingin mengikutinya adalah hadiah yang ditawarkan: sebuah album kelima Super Junior versi B. Saya sudah membeli versi A dan versi C, hanya versi B saja yang belum ada. Makanya saya terobsesi untuk memenangkan lomba itu.

Mulailah saya mencari-cari ide yang unik dan menarik. Berdasarkan pengalaman, cerita fantasy selalu menarik perhatian, makanya saya terfokus pada genre itu. Ide awalku adalah seorang gadis yang kecelakaan dan meninggal saat dalam perjalanan menuju konser Super Junior. Hantu gadis itu bergentayangan karena keinginan terkahirnya belum kecapain. Suatu hari dia bertemu Siwon yang sedang syuting, Siwonlah yang membantunya untuk menyelesaikan urusannya lalu pergi menuju cahaya.

Alia bilang ceritanya biasa banget, nggak menarik sama sekali. Cuma hantu-hantu doang, ceritanya kosong. Jadi saya muter otak lagi mikirin idenya. Ide utama sih sama, tentang hantu-hantuan. Akhirnya kuputuskan bikin cerita tentang roh yang gentayangan karena raganya dipakai oleh roh lain yang udah seharusnya meninggal dan raganya sudah dikuburkan. Hantu itu mengikuti Siwon kemana pun dia pergi, meminta Siwon untuk membantunya mengambil kembali raganya.

Just like that.

Aku nulis dengan susah payah, apalagi dengan mood menulis yang hilang-timbul setiap saat. Kalau nggak mirikin hadiah yang menggiurkan itu aku pasti udah menyerah. Tulisannya aku selesaikan sehari sebelum batas akhir pengiriman naskah, itu juga belum di edit dan revisi.

Esok paginya, aku nyuruh Alia baca dan menurutnya cerita itu banyak bolongnya. Saya sadar. Di tulis buru-buru disaat ide mampet dan lembaran yang terbatas (cuma 8). Alia ngasih saran-saran seperti biasa, tapi saya rasanya udah nggak sanggup buat hapus-ganti scene. Jadi saya ngedit typo dan memperbaiki grammar. Habis itu ngirim.

Saya nggak harap banyak bisa menang, yang penting adalah saya bisa melawan malas dan writers block yang mengganggu itu. Saya bisa mengikuti tenggat waktu yang disediakan.

Hari pengumuman pun tiba.

Sepanjang hari saya deg-degan, kalau ingat bahwa sebentar lagi akan pengumuman, jantung saya langsung mencelos, kayak disiram air dingin. Alia bilang saya mungkin nggak dapet album itu. Saya udah pasrah aja, tapi jantung saya nggak pernah bisa kompromi jadi saya mengalihkan perhatian dengan sibuk membuat scrapbook Super Junior.

Tiba-tiba hape bunyi, ada mention dari temen di twitter, yang ngucapin selamat karena FFku jadi juara tiga. langsung aja saya meluncur ke website Hallyucafe, dan benar saya menjadi pemenang ketiga.

Saya emang nggak dapet hadiah album Super Junior versi B, tapi buku Khokkiri karya Mbak Lia (penulis buku Seoulmate yang amat saya suka itu). itu buku udah aku cari berkali-kali di Gramedia tapi belum ada, Thank God, saya dapet gratisan. Hehehehe.

Saya bisa bangga, tulisan saya akhirnya kembali menyabet juara untuk ketiga kalinya. Semuanya berkisah tentang Super Junior, dua tentang Siwon dan satu tentang Ryeowook. Memompa semangat saya untuk terus menulis, berharap tulisan-tulisan bisa menjadi lebih baik dan baik sampai saya benar-benar bisa mewujudkan salah satu mimpi : menerbitkan buku secara nasional.

Fanfic berjudul 2 In 1 itu bisa kalian baca blog hallyucafe Jangan lupa meninggalkan komentar di sana ya ^^

Terakhir, masih adakah alasan lain mengapa saya harus berhenti menyukai dan mengidolakan Super Junior??

Jawabannya jelas, tidak ada!!

Sabtu, 24 September 2011

Dear, Choi Siwon

Diposting oleh sachakarina di Sabtu, September 24, 2011 0 komentar


Dear, Choi Siwon.



Sebenarnya aku sendiri tidak yakin denganapa yang ingin aku katakan, tapi baca saja!!

Kau tahu aku menyukaimu, mengidolakanmu. Aku yakin! Makanya aku sangat senang saat tahu bahwa kau mengambil bagian dalam drama Poseidon, itu artinya aku akan melihatmu lebih sering muncul di TV. Apalagi di drama Poseidon itu kau menjadi pemeran utama, bukan lagi pemeran pembantu utama seperti di drama Athena. Kau bahagia kan karir aktingmu semakin baik? Aku juga.

Kesenangan dan kebahagiaan memang tak pernah datang sendiri, kali ini diiringi oleh kekhawatiran di benakku. Aku sedikit khawatir padamu. Aku khawatir pada Super Junior. Kau tak akan pernah meninggalkan Super Junior kan?? Aku sangat mengkhawatirkan hal itu.

Aku pertama kali jatuh cinta padamu lewat aktingmu (juga wajah) di drama 18 vs 29 beberapa tahun lalu, itu bahkan sebelum kau debut sebagai salah satu member Super Junior.

Tapi sejujurnya, aku lebih menyukaimu berada di tengah-tengah member Super Junior yang lain. Aku sangat menyukai saat kau memperkenalkan diri sebagai "Super Junior Siwon".

Mengetahui kabar bahwa Super Junior akan segera vakum sudah cukup membuatku sedih. Tak perlu lagi aku harus menerima kenyataan bahwa Choi Siwon, sudah tak pernah hadir lagi di setiap promo album ke-lima Super Junior ini. kau terlalu sibuk dengan dramamu. Awalnya Super Junior ber-13, dulunya, menurutku itu sangat ramai, lalu satu-persatu mengundurkan diri dan vakum hingga hanya berjumlah sepuluh orang. Panggung terlihat sangat sepi di mataku.

Apa kau tahu? Saat pertama kali mendengar lagu baru di album rep A-Cha yang pertama kucari adalah suaramu. Aku bersyukur bisa mendengarnya di dua lagu, meski hanya beberapa detik saja, itu cukup membuatku sedikit tenang. Kukira aku tak akan pernah mendengarkan suaramu di lagu A-Cha itu.

Pertama Kibum Oppa, Hankyung Oppa, Kangin Oppa, dan terakhir Heechul Oppa. Aku tak ingin namamu menambah daftar itu, meski beberapa memang tak official keluar. Aku ingin kau selalu ada sampai Super Junior benar-benar berakhir.

Please, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan grup yang membesarkan namamu itu.

Kau janji akan selalu menjadi SUPER JUNIOR Siwon kan, Oppa?? *sodorin kelingking*

Aku akan selalu mendukungmu. :*



Love
sachakarina

Senin, 29 Agustus 2011

(Seharusnya) Inilah Saya..

Diposting oleh sachakarina di Senin, Agustus 29, 2011 0 komentar

Inilah saya.

Saya dengan segala pilihan-pilihan saya.
Tolong, jangan mencoba untuk memaksakan saya untuk sebuah pilihan. Saya benar-benar tidak suka dengan hal itu. Saya hidup dengan pilihan saya, bukan dengan pilihan orang lain. Saya tak suka menyesali diri, saya tak mau menyesali orang lain. Saya berusaha bersikap adil dengan tidak memaksakan pilihan pada orang lain juga, lagipula saya tak ingin disalahkan kemudian hari.

Apa sih alasan kita memaksakan sebuah kehendak/pilihan kepada orang lain?

Membuatnya bahagia? Setiap orang tahu bagaimana membahagiakan dirinya sendiri. Lagipula bahagia sebagian besar disebabkan oleh pikiran, bukan keadaan. Jika kita selalu dihantui rasa terpaksa, apakah kita bisa merasa bahagia? Saya tidak!

Saya hidup di dunia saya, saya adalah tokoh utama dalam hidup saya sendiri, saya berhak menentukan apa yang saya mau. Saya tahu apa yang mau saya pilih. Tak perlu mengandalkan sebuah ceramah panjang lebar untuk membuat saya terpengaruh. Itu hanya membuat saya semakin jengkel.

So, tak usah berusaha terlibat sangat jauh pada hidup saya. Saya sudah cukup dewasa untuk tahu apa yang saya inginkan.

Minggu, 29 Mei 2011

Weird

Diposting oleh sachakarina di Minggu, Mei 29, 2011 0 komentar
Weird.

Saya baru tahu, ternyata satu kata itu bisa bikin air mata jatuh.
Ternyata satu kata itu mampu mengiris.

Jumat, 18 Maret 2011

Uneg-Uneg Tentang Jasa Pengiriman

Diposting oleh sachakarina di Jumat, Maret 18, 2011 0 komentar

Beberapa minggu lalu saya pernah ‘ribut’ gara-gara bibit sunflower yang nggak ada di Makassar sama sekali, atau ada tapi saya yang nggak nemu? Nggak tau deh! Saya udah keliling-keliling nyari, ujan-ujanan dan nggak nemu juga.

Nggak tau kenapa saya nggak kepikiran untuk belanja online aja saat itu, padahal kan saya udah biasa. Setelah searching saya dapat deh situs bagus yang ngejual dan langsung pesan. Karena hari itu hari Sabtu dan bank tutup, saya baru transfer uangnya hari senin siang. Setelah bayar saya langsung konfirmasi dan adminnya bilang kalau barangnya langsung di kirim hari itu juga lewat JNE/TIKI. Saya nggak tau dia pake jasa apa.

Pake JNE/TIKI katanya sih lebih cepat, makanya saya udah memperhitungkan kalau barangnya sampai paling cepat hari Selasa dan paling lambat mungkin hari Kamis. Saya udah nggak sabaran nunggu pengen liat itu bibit ada di tangan dan bisa segera di tanam di halaman. Tapi sampai hari ini barangnya belum datang-datang juga. Katanya cepet? Buktinya mana?

Dulunya juga pernah pesan buku Warna Dari Pelangi dari @nulisbuku dan sampai dua minggu itu buku nggak nyampe-nyampe juga. Saya berusaha berpikir positif aja. Sistemnya nulisbuku itu kan,kalau ada yang pesen  buku baru deh dicetakin, dan dari pemesanan dibutuhkan waktu paling tidak seminggu untuk dicetak. Aku tanyain Dyta biasanya bukunya berapa lama baru nyampe dan dia bilang seminggu lebih. Tapi dalam kasusku udah dua minggu tapi belum ada tanda-tanda pintu rumahku diketuk sama kurir JNE.

Saya tanyain ke @nulisbuku dan ternyata alamat yang tercantum salah. Saya dibantuin sama nulisbuku ngehubungin JNE di Makassar dan dikasih nomor resi pengiriman. Katanya barangnya ada di JNE Veteran. Saya datangin deh JNE di Veteran. Untungnya JNEnya deket sama toko buku yang waktu itu pengen didatengin sama Mama. Sampai JNE Veteran katanya barangnya ada di JNE Alauddin. Dikasih alamat dan langsung ke sana lagi. Capek iya, tapi demi ‘baby’ku aku rela kok! Hehehe

Dan di JNE Alauddin petugasnya (resepsionist) nyebelin banget, jutek, doyan marah-marah pula. Mungkin karena tempatnya yang panassss banget, sumpah deh itu tempatnya panas banget, beda sama JNE Veteran yang adem karena full AC. Barangnya lama dicariin, petugasnya mesti ngubek sana-sini buat dapet itu barang.

Kasus itu masih bisa ditoleransi karena alamat yang ditulis emang salah. Saya pake alamat yang sekarang dan semuanya sampai dengan selamat. tapi kali ini??? Saya udah bener-bener sebel. Alamat yang saya kasih nggak salah kok. Udah bayar biaya kirim mahal-mahal tapi pelayanan tidak memuaskan, barangnya malah telat nyampe. Huh!

Saya jadi agak-agak kurang percaya lagi sama JNE/TIKI. Mendingan pake POS Indonesia aja. Dyta pernah ngirim buku ke saya dan sampai tepat waktu. Saya juga pernah ngirim buku ke Batam dan Palembang dan juga sampai dengan tepat waktu. Jauh lebih murah pula.

Setelah saya tanyakan lagi ke admin toko onlinenya, mereka ngirim lewat TIKI dan ngasih nomor resi. Langsung di cek di web dan tidak ada info tentang barang yang saya kirim. Gimana sih ini??? Sepertinya harus mendatangi TIKI langsung nih!!
Akrghhhh, aku mau sunflowerku!!!!

Senin, 07 Februari 2011

Selamat Ulang Tahun!!!

Diposting oleh sachakarina di Senin, Februari 07, 2011 0 komentar




Tic..toc..tic..toc

Waktu terus berlalu,setahun teramat cepat terlewati dan hari ini umur saya genap 20 tahun. Yeah, saya nggak tahu mesti bahagia atau bersedih!
Ulang tahun itu kadang menyenangkan, ponsel berdering lebih sering, entah itu telepon atau sms, notification di facebook tiba-tiba banyak, wall langsung penuh, mention teman-teman twitter yang hampir semua berisi ucapan selamat ulang tahun lengkap dengan doa yang baik-baik. Gomawo, terima kasih :')Huaahh :'( tahun lalu saya merasa menang karena hampir semua sahabat-sahabat saya telah berumur 20 tahun dan saya masih di usia belasan. Sekarang saya sudah meninggalkan usia belasan saya juga.

Dan sepertinya dua puluh tahun bukan hal yang buruk kok! Keriput di wajah saya belum ada, saya yang sekarang masih tetap saya yang kemarin, tapi punya harapan bisa menjadi lebih baik. Yang sedikit beda, hanya rambutku yang semakin banyak memutih. hiks, penyebabnya bukan karena saya menua kok, tapi karena jenis rambut, gen, atau shampo. Entahlah. Baiklah, kayaknya mesti cepat-cepat ke salon mewarnai rambut lagi nih. Kali ini warna apa yah? heheheDalam kurun waktu 6 tahun saya akhirnya melewati hari ulang tahun saya di rumah Mama-Papa. Setelah pindah ke rumah nenek sejak masuk kelas 1 SMA saya sudah tidak pernah lagi merayakan ulang tahun di sini.
Selama 3 tahun di Makassar (udah 6 tahun nggak tinggal bareng Mama Papa lagi), Mama-Papa pasti selalu datang tiap saya ulang tahun. Mungkin karena mereka tahu saya bakalan ngambek, iri setengah mati sama Kakak yang tiap dia ulang tahun pasti Papa dan Mama selalu hadir karena hari ulang tahun kakak selalu bertepatan dengan hari libur (26 Desember), hahaha, kadang saya emang manja.Tahun lalu, karena Papa harus kembali ke Sinjai pada hari ulang tahun saya, Papa cuma beliin kue tart aja hari sebelumnya (nggak ada acara jalan-jalan dan makan-makan) dan saya bela-belain nggak makan itu tart yang menggiurkan sampai besok harinya, itupun di makan setelah foto-foto dulu, hahaha.

Jadi saya sengaja bolos kuliah perdana--yang harusnya dimulai hari ini, hanya supaya bisa merayakan ulang tahun disini, di Sinjai. Sama Mama-Papa. Sepi sih tapi biarlah.
Hari ini?? tidak ada yang spesial. Tidak ada kue ulang tahun, tidak ada kado, tidak ada acara tiup lilin yang berjumlah dua puluh. Acara tiup lilin terakhir saya itu 5 tahun lalu. Tiup lilin dan makan kue hanya sekedar ritual saja, harusnya tidak begitu penting--untukku--, yang penting adalah bagaimana bisa menjadi lebih baik lagi mulai hari ini.


Harapan ke depan???Saya berharap Warna Dari Pelangi saya banyak yang baca, lebih dewasa, bisa lebih produktif menulis, nggak gampang bosanan, lebih rajin dan nggak malas-malasan, nggak takut lagi dengan hal-hal remeh macam hujan yang menderu di malam hari, ketinggian, dan percaya bahwa orang yang dekat dengan saya memang benar-benar mencintai saya, nggak cuma pura-pura doang! Mungkin suatu saat saya menuliskan lebih detail mengenai ketakutan saya ini.
Sebenarnya dia pengen nulis banyak tapi udah nggak tau mau nulis apa. Nggak ditulis kan juga nggak apa-apa yang penting bener-bener ada perubahan. Daripada diumbar kiri kanan tapi tetep begitu-begitu aja.

Let's wait and see.

Semua orang selalu dihadapkan pada dua buah pilihan, tinggal kita saja yang memilih akan melangkah kemana.


Saengil Chukahamnida Icha....

Selamat Ulang Tahun yang ke-20.

Senin, 15 November 2010

Jadi siapa yang pantas untuk menulis???

Diposting oleh sachakarina di Senin, November 15, 2010 0 komentar

Mood saya sedang sangat bagus, tertawa-tawa saat membaca twit seru di twitter. Akhir-akhir ini memang saya sedang keranjingan bermain twitter. Terutama setelah ada @nulisbuku dan teman-teman #99writers yang lain, yang punya keinginan sama dengan saya. Bisa terus menulis.

Saya sedang berusaha mencari ide untuk menulis Review untuk novel ‘Relationship’ yang ditulis @dheaadyta. Tiba-tiba ponsel saya berdering, nomor yang sama sekali tidak saya kenal. setelah saya menjawab dan mendengar suara si penelpon saya langsung menyesal telah mengangkatnya.

Kemarin, orang itu juga menelpon saya dan membuat darah saya mendidih (didukung oleh fakta bahwa saya tidak terlalu suka berbasa-basi dengan orang yang tiba-tiba saja menelpon dengan alasan salah sambung, orangnya nyebelin pula! Atau mungkin memang saya yang emosian!)

Saya tak bisa menutup telpon dengan alasan tidak enak. Yang nelpon kan dia, masa sih saya harus menutup telponnya secara sepihak. Terpaksa saya harus mendengarkan celotehan-celotehannya yang membuat kuping saya panas.

“Kok SMS tadi pagi nggak dibalas?” Tanyanya. Pagi tadi dia memang mengirimi saya SMS yang berisi ucapan selamat pagi, saya tidak mengindahkan SMS itu. Sengaja.

“Nggak liat.” Jawab saya pendek.

“Nggak liat berarti nggak baca dong!” Katanya dengan nada sedikit mengejek. Saya mulai jengkel. Tinggal tekan tombol warna merah aja, telpon itu udah putus, tapi susaaahh banget. Saya kok jadi nggak tega juga! Berarti kesalahan memang ada pada saya.

“Liatnya telat, udah siang jadi nggak di balas.” Saya mulai berujar ketus.

“Lagi ngapain?” Tanyanya lagi.

“Ngetik.” Sebenarnya saya sengaja bilang kalau saya lagi ngetik biar dia sadar dan segera nutup telpon.

“Oh, kirain lagi nelpon!” Katanya.

“Nggak, alasan kayak gitu udah basi.” Dia lalu menggumam tidak jelas. “Alasan lagi nelpon itu udah pasaran, nggak ada alasan lain apa!" saya melanjutkan.

"Pakai kata 'pasaran' baru cocok, yang basi itu cuma makanan!" Katanya. Saya langsung menyimpulkan (didukung oleh emosi yang emang udah nggak stabil) bahwa dia terlalu kaku.

"Lagi ngetik apa?"

"Review bukunya temenku!"

"Nyari di internet aja!" Sempat terlintas dipikiran saya kalau dia nggak ngerti arti kata review saat mendengar perkataannya.

"Emang yang baca bukunya internet? Gimana sih! Kalau saya yang baca bukunya berarti yang nulis reviewnya pasti saya juga dong!" Saya mengomel dengan kecepatan tinggi yang membuat urat-urat leher yang ikut menonjol.

"Tenang, pelan-pelan aja, ini Makassar kok, kendaraan banyak!" Dia mulai ngelantur.

"Itu berarti saya lihai. Banyak kendaraan tapi masih melaju dengan kecepatan tinggi, dan selamat!"

"Itu berarti bukan lihai tapi lincah." katanya sambil tertawa, tepatnya menertawai pilihan kata saya yang dianggapnya salah.

"Bedanya lihai sama lincah apa?"

"Kalau lihai udah berpengalaman, kalau lincah belum terlalu berpengalaman."

"Nah, Saya emang lihai! terus kalau saya pengen pakai lihai atau kata apapun suka-suka saya dong!"

Lalu dia mengucapkan kalimat yang membuat emosi saya benar-benar memuncak, saya jadi bom waktu yang siap meledak. "Kamu kan anak fisika, nggak usah bahas tentang bahasa! Fisika, fisika aja!"

meski tidak langsung, kalimatnya seakan-akan mengatakan bahwa saya itu tidak pantas menulis, saya pantasnya cuma pelototin rumus fisika sampai keriting. Merangkai kata itu bukan bidang saya tapi itu diperuntukkan untuk anak Bahasa. Bukan seperti saya yang kuliah di jurusan Fisika.

Kemarin dia mengaku bahwa dia adalah anak teknik elektro dan saya sama sekali tidak percaya setelah mendengar kata-katanya tadi.

Jadi siapa yang pantas untuk menulis?

"Lah, emang yang boleh pelajari bahasa cuma anak bahasa aja?" Tanyaku geram.

"Tapi mempelajari Fisika adalah kewajiban kamu. Jadi kerjain kewajiban kamu aja, nggak usah jurusan orang lain!"

Saya diam, dia terkekeh pelan, menjengkelkan. Saya diam bukan karena nggak tahu apa yang pengen diomongin lagi. Bukan. Saya pengen sekali 'menyemprotnya', bagaimanapun ego saya sempat tersentil. Emosi yang meluap-luap membuat kata-kata saya langsung lenyap, hilang begitu saja tertelan kemarahan. Saya berusaha mengatur nafas agar lebih tenang. Dia tertawa lagi karena saya terdiam. Merasa sudah diatas angin mungkin.

Sudahlah. saya sudah tak ingin menanggapi lagi.

Harusnya dari awal saya tidak menggubrisnya, hanya merusak mood saya saja. Saya sudah tidak berkata apa-apa lagi sampai dia berkata.

"silahkan dilanjut--" belum sempat dia menyelesaikan ucapannya saya sudah memotong.

"Makasih!" Kataku ketus, menyindir.

Telepon saya tutup.

Saya janji tidak akan pernah mengangkat teleponnya lagi.

Janji!!!!!!
 

Karina Sacharissa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review