Kenapa saya harus melakukan ini? Belakangan ini pertanyaan itu sering kali muncul.
Search
Super Junior
King of Korean Wave
Labels
- #SS4INA (2)
- about me (4)
- Amigurumi (1)
- art (1)
- berbagi ilmu (9)
- bijak (3)
- buku (13)
- cantik (2)
- cerita (34)
- cerita anak (1)
- cerpen (13)
- chibi (3)
- Clay (1)
- CN Blue (4)
- coklat (2)
- curcol (8)
- Daily Drama (3)
- Daily Story (14)
- dongeng (1)
- Donghae (1)
- download (4)
- drama (8)
- ELF (2)
- Eunhyuk (1)
- experience (1)
- Family (2)
- fanfic (10)
- favorit (14)
- fiksi (3)
- foto (1)
- GX (4)
- hoby (7)
- jejakubikel (4)
- Jonghyun (1)
- Jungsin (1)
- Kediri (2)
- kenangan SMA (2)
- KIMCHI (2)
- KKN (1)
- Koleksi Foto (13)
- korea (17)
- Kpop (13)
- Kuis (1)
- Lee Seung Gi (1)
- Leeteuk (1)
- Liburan (3)
- Lirik (1)
- Lomba (3)
- Minhyuk (1)
- musik (6)
- my friend (4)
- november menulis (3)
- Order buku (2)
- Pameran (1)
- Pare (6)
- puisi (1)
- Quote (1)
- ramalan (1)
- Random (2)
- remaja (6)
- Reply 1994 (6)
- review (4)
- ringtone (2)
- sahabat (1)
- sehat (1)
- sinopsis (6)
- Siwon (22)
- SNSD (2)
- sunflower (2)
- Super Junior (41)
- Super Junior M (1)
- the power of solution (7)
- Trip (6)
- ujian (1)
- ultah (8)
- video (2)
- Yonghwa (2)
Followers
About
Selasa, 04 Februari 2014
Should I?
Kenapa saya harus melakukan ini? Belakangan ini pertanyaan itu sering kali muncul.
Jumat, 03 Mei 2013
(Day 8) Bestfriend vs Boyfriend
Akhirnya mandek juga bloggingnya soal Pare. Abis jaringannya jelek banget, kuota si Joey habis terus modem juga bermasalah. Jadi selama beberapa hari ini cuma belajar dan nongkrong aja. Udah punya beberapa teman, ada yang kenal di Balihos dan classmate di Peace. Kemarin sempat nongkrong di Ketan sorenya dan lanjut ke Sanjaya pas malam, diajakin Yogi yang mau balik ke Jakarta. Di sana diajarin main poker, seru juga. 0
Malam ini aku dan Lia lagi-lagi ke Sanjaya. Nongkrong aja berdua. Rangga sempat datang tapi pergi lagi dan enggak balik-balik. Si Cina juga udah balik, enggak sempat ketemu. Pas udah rencana mau pulang, tiba-tiba disamperin seseorang. Namanya Ardi dan dia mulai ngajak ngobrol. Pake bahasa Inggris dan aku agak kaku gitu jawabnya. Hehehe. Maklum, belum lancar :D
Karena enggak enak kalau langsung ditinggal, jadi aku temenin ngobrol dulu. Lia cuek bebek aja, sibuk ama gadgetnya, ketawa-ketawa sendiri chatting sama si Cina.
Si Ardi ini ngajakin karaokean kapan-kapan, aku nanya Lia sebelum memutuskan dan si Ardi ini kayaknya enggak ngeh kalau kita ini udah kayak perangko sama amplopnya. Pas dia tahu kalau kami bestfriend, dia tiba-tiba nanya siapa yang bakal kamu pilih, sahabat atau pacarmu? Agak bingung juga sih. Tapi karena udah makin malam, dan enggak mau memperpanjang masalah jadi aku bilang aja sahabat.
Sebenarnya di kepalaku enggak kayak itu. Tapi ya itu, cuma untuk mempersingkat cerita. Setibanya di kosan, aku jadi mikir lagi, kalau dihadapkan pada situasi itu, aku bakal milih siapa ya?
Sahabat memang sudah bagian dalam hidup yang tidak bisa terpisahkan dari kita. Mungkin kita udah mengenalnya bertahun-tahun, dan kita sudah sangat mengenali satu sama lain. Kemudian ada juga pacar, yang meski kenalnya enggak lama-lama banget (enggak selama kenal sahabat) tapi dia mengambil porsi yang penting dalam hidup dan hati kita. Kita bisa menerima kehadirannya dengan sangat cepat. Sahabat dan pacar, dua bagian penting dalam hidup kita (abaikan aspek lain).
Pertanyaannya, kenapa mereka harus dibandingkan? Mengapa kita harus memilih salah satu? Mereka, kan, sangat berbeda. Porsinya bisa saja sama, tapi ada yang membuatnya beda. Emosi. Kita mencintai dengan cara yang berbeda. Selalu. Cara kita mencintai sahabat tidak akan pernah sama dengan cara kita mencintai pacar (mungkin pengecualian kalau kamu naksir sahabatmu dan berharap dia jadi pacarmu).
Mungkin kalau aku benar-benar ada di situasi itu, aku akan meninggalkan siapa yang meminta untuk memilih (kalau yang nanya bukan salah satu dari mereka, ya, cuekin aja. Emang mereka tahu apa? Ya, kan?).
Kenapa aku lebih milih ninggalin yang meminta untuk memilih? Karena itu berarti mereka enggak tulus. Sahabat/pacar yang baik seharusnya tahu apa yang kamu anggap penting dalam hidupmu dan menghargainya. Meski mereka tidak menyukainya, mereka akan berusaha membicarakannya denganmu, lalu jika hasilnya tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan, mereka akan berusaha keras untuk menerimanya. Karena dia tahu itu bisa membuatmu bahagia. Tulus berarti tidak ada keegoisan. Ini bukan tentang memaksakan kehendak tapi memberikan yang terbaik.
Aku sendiri akan mencintai seseorang yang membuatku bisa meredam seluruh keegoisanku hanya untuk melihat mereka tersenyum.
Saya enggak pernah bisa bayangkan kalau Alia, Lia, Anggi or GX tiba-tiba nuntut, "Kamu pilih aku atau pacarmu?" Ini semacam mendapatkan pengkhianatan terbesar dari sahabat sendiri. Seharusnya merekalah orang yang mengerti seberapa penting pacar/sahabat itu sendiri untuk kita, bukan menjadi orang yang pada akhirnya membuat kita jadi bingung.
Apakah kamu sendiri akan memilih, pacar atau sahabatmu?
Rabu, 09 Januari 2013
Rumah Kenangan
| Rumah tempat seluruh generasi bertumbuh |
| Tangganya jadi tempat mengobrol yang cukup nyaman |
| Pohon manggis dan sawo manila |
| satu tanaman. dua warna. menarik |
Memang banyak hal yang terjadi di rumah itu. Tempat menangis, berkelahi, marah, berbagi rahasia, tertawa, saling diam dan berbagi. Jika, ada hari di mana waktu akan membuatnya menyerah untuk tetap berdiri, maka kenangannya akan selalu abadi.
Kamis, 29 Maret 2012
Impian Masa Kecil
Sejak kecil aku selalu pengen punya rambut panjang yang indah, tapi enggak dibolehin sama mama karena aku kutuan (Iya, kutuan!), bahkan rambutku nggak pernah lebih panjang dari bahu. Aku juga nggak pernah dibeliin gaun mengembang khas putri-putrian (ngerti kan, yang mana?) karena aku orangnya berantakan banget, baju dipakai sejam aja udah kotornya ampun-ampuan, belum lagi kalau kena noda yang nggak mau hilang.
Seiring waktu berjalan, mungkin pengaruh dongeng-dongeng itu pun memudar. Meski mungkin tidak keseluruhan. Aku mungkin sudah tidak percaya dengan "hidup bahagia selamanya bersama cinta pertama" dan aku juga tidak mungkin menjadi putri. Aku tahu hidup tidak sesimpel itu, tidak hanya sekedar dikurung di kastil lalu datanglah pangeran impian.
Meski aku sudah bisa berpikir jauh lebih rasional mengenai itu. Tapi aku masih suka hal-hal yang menyangkut itu. Seperti, aku selalu suka adegan-adegan romantis di novel, drama atau film-film romantis: pesta dansa, candle light dinner, gaun putih panjang (Gaun pernikahan), taman penuh bunga. Semuanya. Nggak semua memang berhubungan dengan putro-putrian itu, intinya sih aku suka yang romantis-romantis. hehehe
Sebenarnya aku ngomong apaan sih ini... hahaha
Kayaknya mending nulis novel aja nih buat menyatakan khayalan :D
Sabtu, 24 Maret 2012
Catatan Lalu
Pas buka-buka buku catatan lama, tahu-tahu aku nemu tulisan jaman baru jadi ELF dulu. Pas baca, aku langsung bilang, "Oh, begini toh pemikiranku pas masih baru jadi ELF." Dan semua itu, sekarang udah berubah. Aku tidak lagi sesimpel dulu, karena sudah berubah jadi obsesiku.
Mau baca tulisanku itu? Nih...
Seberapa pun saya mengidolakan seorang artis (seperti saya mwngidolakan Siwon) tapi sedikit pun saya tidak pernah berniat/berangan-angan untuk bertemu langsung. Rasanya sudah cukup saya mengaguminya dari jauh, dari TV dll.
Teman saya pernah bertanya, "Kalau SUJU ke Indonesia kamu mau nonton?" Saya dengan tegas menjawab tidak. Bukan karena saya di Makassar dan. SUJU di Jakarta, bukan masalah biaya tapi murni karena saya tidak ingin. Melihatnya di TV, video-video, bahkan berita di internet rasanya sudah cukup.
Saya nggak akan ngotot. Saya pertama kali melihatnya di TV jadi biarlah saya tetap melihatnya lewat layar kaca saja.
Tapi jika memang kami ditakdirkan bertemu , saya pasti sangat senang. Sayangnya, kemungkinannya sangat kecil.
Rasanya, artis-artis terkenal (macam Siwon) hanya untuk dikagumi saja, bukan untuk dimiliki.
Tulisan ini udah ditulis lama banget, aku udah nggak ingat tepatnya kapan.Yang pasti pemikiranku sudah berubah. Aku ingin bertemu Siwon dan Super Junior. Bahkan sekali saja selama hidupku. Karena ini juga pertama kalinya dalam hidupku mengidolakan seseorang sebesar ini.
Dan aku tahu alasan mengapa aku menulis seperti itu dulu. Aku ada tipe orang yang menginginkan dan menyukai sesuatu harus benar-benar kejadian. Aku hanya mencoba untuk menekankan dalam hati, bahwa orang-orang yang sangat jauh dariku (seperti Super Junior) tidak akan pernah dekat.
Tapi bulan depan, SUJU akan konser di Indonesia. Dan semoga aku memang ditakdirkan berada di sana. Menyangkal ketakutanku, bahwa emang ada saat di mana aku bisa dekat dengan idolaku. Amiin
Senin, 19 Maret 2012
My Dream House
Setiap orang punya rumah impian. Aku sendiri mulai memikirkan mengenai rumah impianku ketika pertama kali menonton drama Full House, waktu itu aku masih SMP. Aku benar-benar jatuh cinta pada rumahnya, cantik. Sejak itu, aku mulai mengkhayalkannya.
Lebaran Idul Fitri lalu, aku ke rumah nenek di Sinjai Barat, lalu aku ke Gunung Perak, sebuah daerah di kaki gunung Bawakaraeng, sekitar satu jam dari rumah nenek. Aku selalu jatuh cinta dengan pemandangan yang asri. Mulailah aku menggabungkan khayalan rumah impianku dan tempat itu.
Aku ingin sebuah rumah (atau villa) di daerah perbukitan, di kaki gunung seperti Gunung Perak atau Malino. Selain udaranya sejuk, tanaman sayur dan segala jenis bunga dapat tumbuh dengan subur. Suasana yang tenang pasti membuat ide-ide tulisan gampang dituang ke dalam kertas.
Rumahnya tak perlu terlalu besar tapi bertingkat, kamarku ada di lantai atas yang menghadap ke perkebunan sayur. Dindingnya di dominasi oleh kaca, supaya panas matahari dapat masuk untuk menghangatkan. Ada teras di bagian depan dan belakang.
Di bagian depan, di bawah teras, ada kolam ikan mas. Setiap pagi, aku bisa menikmati suasana asri sambil menulis dan menikmati segelas cokelat hangat, juga melihat ikan-ikan berlomba berebut makanan. Ada berbagai macam bunga di halaman depan, mulai dari bunga mawar, bunga matahari, dahlia sampai pacar air yang tertata dengan apik. Ada tanaman merambat yang tumbuh di tiang teras, tidak begitu lebat, takutnya ada ular nanti. hehehe
Di halaman belakang, didominasi oleh tanaman sayur dan buah. Boleh deh bikin rumah kaca tempat menanam stroberi. Di bagian samping ada petak kecil yang berisi tanaman kol, tomat ceri, daun bawang atau brokoli. Tidak lupa tanaman markisa yang merambat menjadi pagar di samping rumah. Ada beberapa kayu-kayuan yang tumbuh besar, kanopi-kanopinya membuat halaman tidak begitu panas terkena sinar matahari.
Itu halamannya, sekarang kita masuk ke dalam rumah.
Rumah itu berwarna putih bersih dan memiliki banyak kaca. Di ruang tamu simple saja, hanya ada sofa dan meja tamu, juga beberapa hiasan. Ada tanaman yang bisa menetralisir udara di salah satu sudut, kali aja ada tamu yang merokok. Di ruang tengah, ada TV, di depannya terdapat satu sofa panjang. Di antara TV dan sofa tergelar sebuah karpet. Ruang makan dan dapur terhubung, ada pintu yang menuju halaman samping dan teras belakang. Dari ruang makan, ketika gorden disingkap, pemandangan halaman samping akan nampak sangat jelas karena dindingnya terbuat dari kaca. Ada satu kamar tidur tamu di lantai bawah, teras di kamar itu menampilkan pemandangan halaman samping dan sebagian kolam ikan.
Di lantai atas, hanya ada kamar tidur, semua kesibukan selain tidur dilakukan di lantai bawah. Yuk, ke kamar tidurku.
Di kamar itu ada satu tempat tidur berukuran besar, rak untuk buku, lemari pakaian, kamar mandi dan meja untuk menulis yang diletakkan di depan jendela kaca yang besar. Ada sebuah pintu yang menghubungkan ke balkon, dari tempat itu bisa menikmati pemandangan halaman samping.
Well, itu rumah impianku. Pasti menyenangkan, apalagi tinggal bersama keluarga kecil. Tapi konsepnya lebih cocok jadi villa sih sebenarnya, bukan rumah hunian sehari-hari kecuali kalau aku mau banting setir jadi petani dan tinggal di daerah perbukitan. Bisa aja sih, jadi petani stoberi dan mengelola tempat untuk rekreasi keluarga, jualan bunga juga. hehehehe
Namanya juga khayalan ya, dan aku sangat bersyukur kalau jadi kenyataan.
Lalu, bagaimana rumah impianmu? Cerita dong!
Kamis, 15 Maret 2012
Aku, Siwon dan LG
Tadi sore, Alia nemenin aku ke MTC. Mau beliin Ian hape. Setelah hape kebeli, kami keliling-keliling dulu, Alia mau beli gantungan hape yang berbulu. Pas keliling-keliling, ketemu gerainya LG. Aku jalan dengan cueknya, tib-tiba Alia ngomong. "Siwon bukan, itu."
Aku cukup sensitif kalau nama Siwon yang disebut. Aku langsung nengok dan balik ke tempat tadi buat memastikan. Dan yak, poster gede di dinding menampilkan Siwon dengan ponsel LG. Kalau bukan karena banyak orang dan hapeku lowbat pasti udah aku foto.
Aku tau sih, kalau Super Junior jadi brand ambassador LG tapi cukup surprise liat fotonya Siwon disitu. Hal seperti itu termasuk langka.
Dan aku udah kayak ketemu langsung sama Siwon, rasanya happyyyy banget. Norak! Iya, saya tau. Tapi itulah yang terjadi.
Nggak sengaja lewat di toko yang tadinya aku tempatin beli hape, dan ternyata disitu ada poster yang cukup kecil, tapi SIWON, pake baju pink. Aaa, rasanya pengen aku bawa pulang.
Jadilah aku ngajakin Alia keliling buat nyari brosur LG yang ada sibuknya. Aku nggak dapat. (╥_╥). Cuma Samsung di mana-mana. Atau aku yang nggak teliti? Abis capek sih keliling-keliling, mana haus pula.
Pada akhirnya aku menyerah. Punya poster gede Siwon kok di kamar. Hohoho
Senin, 27 Februari 2012
Aku dan Keegoisanku
Pernah kukatakan pada sahabatku bahwa aku adalah tipe orang yang bisa menekan egoku. Aku tak pernah benar-benar memikirkan itu semua, aku menganggap bahwa itu baik. Tapi pada akhirnya aku harus memikirkan semuanya kembali.
Setiap aku bertindak, aku selalu memikirkan orang lain. Aku selalu memikirkan perasaan orang lain. Tanpa peduli pada perasaanku sendiri. Lalu aku sampai pada titik ini, di mana aku merasa apa yang aku lakukan semuanya salah. Aku merasa tertekan, oleh tindakanku sendiiri. Mengapa aku harus terus-terusan memikirkan perasaan orang lain yang tidak memikirkan perasaanku? Mengapa aku harus mengorbankan diriku sendiri? Kebahagiaanku?
Aku ingin bertindak egois. Aku tak ingin memikirkan orang lain, aku hanya ingin memikirkan diriku sendiri, hanya diriku.
Mungkin aku bisa berhenti menangis setiap malam. Mungkin aku tak merasa tertekan lagi memikirkan bagaimana pemikiran orang lain tentangku. Aku sungguh tak ingin peduli. Aku selalu memasang topeng, memperlihatkan bahwa aku baik-baik saja, nyatanya aku tak pernah baik-baik saja.
Aku terlalu baik, ya?
Sabtu, 14 Januari 2012
30 Hari 30 Buku Bentang Pustaka
Mulailah aku begadang buat ngerjain itu. Rencana awalnya, aku harus bisa nyelesaiin naskah 15 hari pertama dan 15 hari berikutnya untuk mengedit. Tapi ternyata tidak semudah itu, aku butuh hampir 20 hari buat nyelesein naskahnya dan nggak mulai pusing editing. Di draft dua, aku motong banyak banget adegan yang memang nggak begitu penting.
Aku berhasil ngirim sehari sebelum deadline berakhir.
Aku nggak pernah ngarem banyak sama hasil lombanya. Paling tidak, naskah yang sangat pengen kuselesaikan sejak dulu bisa selesai, kalau nggak kepilih kan bisa diedit lagi dan dikirim ke penerbit lain.
Awalnya, pengumuman tanggal 30 Desember, tapi karena (katanya) naskah yang masuk banyak banget (500 lebih naskah), pengumuman ditunda sampai tanggal 13 Januari 2012.
Kemarin, aku nggak begitu semangat liat pengumumannya, udah pesimis sih. Ditambah lagi flu berat, juga mau ujian dan belum belajar, hape juga udah lowbat jadi internetnya dimatikan. Pas nunggu dosen buat ngumpulin ujian, aku aktifin koneksi internetku dan taddaaaa.... ada chat dari Dta yang bilang naskahku lolos. Aku langsung gemetaran, blank, untung ujianku udah selesai, kalau enggak, mungkin aku udah nggak tahu mau nulis apa.
Penasaran dong pasti, mau memastikan dengan mata kepala sendiri. Sayangnya, jaringan dan baterai hape nggak mendukung banget. Hapeku udah bener-bener mati.
Naskahku beneran terpilih. Meski cuma naskah pilihan, aku udah puas banget, apalagi akan dibukukan. Mimpiku akan segera nyata.
Nih pengumumannya...
Ngomong-ngomong, thank to Super Junior, yang lagu-lagunya selalu nemenin begadang sambil menulis. Terutama Siwon, sumber inspirasi terbesar (again and again).
Minggu, 01 Januari 2012
Kamis, 08 Desember 2011
Pernikahan (Obrolan random part 3)
Di kamar Alia, sedang membuat accesories dari kain flanel. Awalnya ngobrol random soal souvenir pernikahan. Kemudian melebar menjadi pernikahan kita sendiri.
Alia: Jadi, kalau nanti kamu nikah, aku ke Sinjai?
Icha : Iya dong, harus! Nanti aku jemput di Makassar.
Alia: Kalau aku nikah, kamu ke Polman juga yah.
Icha: Siipp, yang penting jemput aku di Makassar. Aku kan nggak tahu rumahmu.
Alia: Iya. Tapi mana mungkin dibiarin pergi.
Icha: Harus. Yang ngejemput siapa dong?
Senin, 28 November 2011
Random (Drama part 1)
Setting: Tempat tidur di kamar Alia, sambil ngemil waffle.
(Dua gadis cantik sedang cakap-cakap seru)
Alia : Sekarang aku ada pacar, rasanya aneh.
Cha : Aku nggak punya, cariin dong! Nggak cuma harus ganteng, tapi juga kaya :D
Alia : Wah, susah tuh. Biasanya yang kaya nyarinya juga yang kaya.
Cha : Aku kan kaya....
Alia : Kaya... imajinasi....
(Tawa meledak)
Rabu, 12 Oktober 2011
Karena Ini Adalah Aku
Ini adalah aku, bukan kamu, dia atau mereka. Aku ingin berdiri dengan kekuatanku sendiri. Karena ini adalah aku.
Aku pasti bisa!
Location : Jalan Tanongapa Raya, Panakkukang,
Posted via Blogaway
Rabu, 20 Juli 2011
Dilema
I think i like him, but i think he love her.
Aku tak tau gimana mendefenisikannya. Dia ganteng. Jelas. Lucu dan menyenangkan.
Awalnya, kupikir ini semua hanya pura-pura. Hanya permainan ego dengan sahabatku. juga kupikir dia menyukai gadis itu dan gadis itu juga ada rasa walau sedikit.
Aku tak ingin bermimpi lagi. Aku lelah. tapi setiap dia dengan tiba-tiba menatapku, aku merasa semua salah. Apa yang aku rasakan salah.mungkinkah aku menyukainya?
Aku terlalu banyak berharap. Berharap aku bisa bertahan untuk berada di sekitarnya bahkan sudah lebih dari cukup. Tak ada lagi harap bahwa dia akan menjadikanku yang terindah untuknya. Aku tak ingin menambah derita.
Location : Address not available
Posted via Blogaway







