Minggu, 06 Februari 2011

No Other

Diposting oleh sachakarina di Minggu, Februari 06, 2011 0 komentar
MV milik Super Junior favorit saya itu adalah MV No Other. Postingan sebelumnya saya cerita sedikit mengenai No Other ini, dan pas nyari-nyari foto saya nemu chibi-nya ini MV. Lucuu banget, kayaknya nggak ada salahnya bagi disini juga.



Super Junior


Siwon



Leeteuk




Kyuhyun




Sungmin




Ryeowook




Heechul




Donghae




Eunhyuk




Yesung




Shindong



Cute kan chibi-chibinya? salut deh sama yang bikin. Keren. Mirip sama aslinya. hehehe. Chibi kayak gini di buat dimana yah? Jadi pengen belajar. hihihi





Credits: MyCherishe@ @ sj-world.net (Chibis)
credit : superjunior baidu (photos)


Tentang Antifans

Diposting oleh sachakarina di Minggu, Februari 06, 2011 3 komentar

Pernah suatu hari saya sama teman lagi iseng nyari artikel di internet mengenai artis Korea yang melakukan operasi plastik, Korea kan terkenal dengan operasi plastiknya dan hal seperti itu udah bukan hal yang tabu lagi buat mereka. Dan saya nemuin artikel tentang anti fans SNSD (Girl Generation, Girl band Korea) yang namanya Safe bahkan ada forumnya segala. Aku sendiri sih bukan Safe atau Sone, saya tetep ELF (hahaha).

Karena penasaran saya ikut search anti fans Super Junior, dan taaddaaaa.. saya nemu blog ini, Anti fans Super Junior dan postingan paling barunya saat itu adalah mengenai Siwon. Langsung deh saya buka dan bela-belain baca ratusan komentar yang ada disitu.Dan saya bener-bener nggak ngerti, katanya mereka antifans, nggak suka tapi bela-belain bikin forum atau blog, tau semua berita terbaru tentang grup yang nggak disukainya itu. Kayaknya lebih bagus kalau mereka diam aja. Mendingan kalau mereka nge-bashing di blog sendiri. Nah, kalau mereka nge-bashing di blog orang yang kebanyakan pengunjungnya adalah fans, jadinya kan malah perang, nambah-nambah musuh aja.
Ngomong-ngomong soal antifans, pasti semua tahu dong baoyband Indonesia SM*SH yang sempat jadi kontroversi karena diduga plagiat boyband Korea mulai dari nama (Sama dengan boyband Korea dulu) sampai konsep video klip yang rada-rada mirip sama No Othernya Super Junior. Karena penasaran saya download deh tuh klip videonya dan nonton bareng temen-temen. Setelah nonton video yang durasinya sekitar 4 menitan, suara jadi habis gara-gara teriak nggak rela, hahaha *lebay*. Habis itu video dihapus (ngapain mau di simpan!!) Saya emang nggak begitu suka itu boyband tapi cukup segitu aja. Rasanya saya nggak perlu capek-capek cari berita mereka dan nge-bashing kiri kanan.*bela-belain nyari fotonya SM*SH biar bisa di masukin ke sini* hahaha


SMASH nya Korea


SM*SH I Heart You


No Other Super Junior

Super Junior, Cover album Sorry-Sorry

Dan bahkan masalah dugaan plagiat ini udah nyampe luar negeri. Gara-gara ada K-pop Lovers yang masukin itu di forum International. Dan melejitlah nama Indonesia sebagai tukang Plagiat. Maksudnya pengen ngebelain idola nih, jadinya malah ngejatuhin negara sendiri di dunia internastional. Yang kena siapa lagi kalau bukan kita-kita yang jadi warga negaranya.

Jadi mungkin dia lebih baik diam aja, banyak kok hal lain yang bisa dipusingin. Nggak perlu capek-capek mikirin dan nyari kesalahan orang yang nggak pernah bikin salah sama kita. Ya nggak?

Jumat, 04 Februari 2011

Super Junior

Diposting oleh sachakarina di Jumat, Februari 04, 2011 0 komentar



Aduhhh.. udah jarang mosting-mosting nih sekarang soalnya ujian baru aja selesai, laporan-laporan benar-benar menyita waktu selama ini, terus nggak mood nulis. Jangankan nulis di Blogger, nulis di Jejakubikel aja jarang. Tapi saya berhasil buat Fanfic (ada 10 part) dan keinginan saya buat bikin cerita bersambung akhirnya kesampaian juga.
Bahas Fanfic dulu yuk! Taukan Fanfic? Fan Fiction. Cerita yang ditulis oleh seseorang yang tokoh utama adalah idola mereka. Awalnya sih saya nggak suka baca fanfic soalnya sering nemu cerita yang ceritanya nggak begitu bagus menurutku, penokohannya yang aneh, atau endingnya yang bikin gemes. Tapi suatu hari saya nemu fanfic yang ceritanya seru banget, langsung kepikiran pengen buat juga. Dan ada satu blog yang nerima kiriman fanfic, tanpa mikir panjang saya langsung buat 4 part dan ngirim. Pengumuman bahwa blog itu mau nerima fanfic sih udah lama, tapi saya yang pertama ngirim. hahaha. Ok, segitu aja soal fanfic, kalau mau baca fanfic ngaco saya (ini fanfic pertama loh!) silahkan kunjungi ini.
Saya sebenarnya pengen cerita tentang Super Junior. Di postingan sebelumnya saya udah ngebahas sedikit tentang mereka, lebih ke Siwon aja sih. Saya jarang nulis tentang super junior disini, biasanya di blog sebelah, boleh buat baru! hihihi. Silahkan berkunjung kesana juga. Ok.

Nah, ini urutan member favorit saya di Super Junior (Udah cerita panjang lebar diatas, intinya sebenarnya cuman ini) :p
1. Siwon, Si gesture man. Sering juga dipanggil Simba.

2. Leeteuk / Eeteuk/ Tukie. Si Leader kebanggaan Super Junior.

3. Kyuhyun. Evil Magnae

4. Sungmin. Si Pumpkin.

5. Kangin.

6. Ryeowook. Si polos Wookie

7. Heechul, Si Cinderella.

8. Donghae.

9. Eunhyuk, Si dancing machine.

10. Yesung

11. Shindong

12. Hankyung

13. Kibum


Ada dua tambahan lagi yaitu Henry dan Zhoumi tapi cuma di sub group Super Junior M (Mandarin) aja. Hankyung sebenarnya udah keluar dari SUJU, Kibum vakum karena fokus ke acting dan Kangin lagi wajib militer. Jadi mereka kadang perform cuma bersepuluh aja. Dan di mataku itu sepi banget, kebiasaan liat mereka rame-rame bertiga belas. Aku aja ngerasa aneh gimana mereka yang sama-sama udah bertahun-tahun.


Tapi para ELF tetep percaya kalau Super Junior itu masih 13, nggak peduli membernya udah keluar atau nggak ada. 13+2+ELF=1.

Jumat, 31 Desember 2010

Good Bye 2010

Diposting oleh sachakarina di Jumat, Desember 31, 2010 0 komentar

Waktu begitu cepat begulir, rasanya baru kemarin saya mengirimkan ucapan tahun baru ke temen-teman dan hari ini ponsel saya terus berdering, mendapat sms ucapan selamat tahun baru dari orang-orang terdekat. Hampir semua SMS yang masuk berisi pesan seperti ini.
Thanks udah membuatku tersenyum selama tahun 2010, semoga tahun 2011 lebih baik lagi.
saya merasa terharu membacanya, saya juga berterima kasih mereka mempercayai saya dan mereka juga selalu membuat saya tersenyum. Harapan dan doa yang mereka lontarkan amat sangat berharga untukku *lebay* :p

12 bulan di tahun 2010 ini rasanya begitu singkat tapi amat sangat bermakna. Gundah, sedih, senang, tawa semuanya melebur menjadi satu mencipta jejak-jejak kenangan baru yang tidakpernah bisa terlupakan. Semua di tahun 2010!

Saya masih ingat, akhir tahun 2009, saya menghabiskan penghujung tahun dengan membaca novel dan berandai-andai jika novel hasil karyaku juga bisa dibaca oleh orang-orang. Mimpi itu terus melekat. Saya memncoba memulai menulis lagi. kalau tidak memulai, saya tidakakan mendapatkan apa-apa.

Dan, di bulan November 2010 semua menjadi nyata. Novel Warna Dari Pelangi berhasil saya selesaikan dalam 4 hari dan diterbitkan, selfpublishing dinulisbuku. Saya seperti bermimpi, dream come true. Itu adalah salah satu hal terindah dalam hidup saya.

Saya sangat bersyukur memiliki keluarga yang sangat mendukung, memiliki sahabat yang selalu menemani saya dalam suka dan duka.

Bisa mengenal @nulisbuku dengan slogannya 'Publish Your Dream' yangbenar-benar mewujudkan mimpi saya. Bergabung di @jejakubikel yang menjadi wadah untuk tulisan-tulisan saya yang sangat pas-pasan. Berkenalan dengan #99writers nulisbuku, terutama para @perangkaikisah yang terus berbagi semangat dan pertemanan yang 'lain' dengan saya, memang hanya di dunia maya tapi mereka benar-benar berarti. Mereka membantu saya menjadi lebih baik. Terima kasih..

well, kalau dipikir-pikir hampir sebagian besar itu semua karena Twitter. dari Twitter saya mengenal @nulisbuku, dari @nulisbuku saya mengenal #99writers, dari #99writers saya mengenal para@perangkaikisah, dari @perangkaikisah saya bergabung dengan @jejakubikel. Dengan bergabung @jejakubikel saya berharap bisa menulis dengan lebih baik lagi.

Mereka semua adalah pondasi kebahagiaanku di tahun 2010, dan saya ingin terus bersama mereka sampai nanti.

Ya.. seperti orang-orang saya juga punya resolusi untuk tahun 2011:
  1. Menyelesaikan novel yang terabaikan sejak 6 bulan lalu dan mengirimnya ke penerbit. di terima atau ditolak itu urusan belakang, yang penting saya sudah berusaha!
  2. Mulai merajut dan menyulam lagi.
  3. Lebih giat belajar. Masuk kuliah lebih rajin. Pokoknya nggak boleh malas-malas lagi.
  4. Lebih hemat. Nggak boleh boros-boros!
  5. Terus menulis!
sejauh ini yang bisa aku tulis itu aja sih. Daripada nulis banyak-banyak tapi nggak bisa direalisasikan kan rugi juga!

Semoga 2011 jauh lebih baik dari 2010!!!
Amin...

Jumat, 03 Desember 2010

I'm Falling In Love

Diposting oleh sachakarina di Jumat, Desember 03, 2010 0 komentar

Akhir-akhir ini saya sedang tergila-gila dengan seseorang. Rasanya saya malah seperti udah gila beneran.Super Junior

Dia adalah Choi Si Won, personil Boy Band korea, Super Junior. Saya akui deh kalau artis korea itu ganteng-ganteng semua. Bikin mata jadi fresh! :)Udah lama sih saya suka Siwon ini, sejak saya melihatnya di TV beberapa tahun lalu, kalau tidak salah saat saya masih kelas 3 SMA yang berarti tiga tahun lalu. Dia jadi salah satu tokoh di Drama Korea berjudul 18 vs 29. Siwon ini berperan sebagai Kang Bong Man remaja (setahu saya namanya begitu, nggak tau benar apa nggak. udah agaklupa -_- ). Di drama itu dia cute banget, apalagi senyum dan lesung pipinya, bikin nggak tahan. Tapi saat itu saya nggak tahu namanya siapa dan nggak begitu pengen tahu.
Siwon di 18 vs 29
Sampai seminggu yang lalu.Saya dan teman-teman sedang berkumpul untuk bekerja kelompok. Tapi dasar niatnya yang nggak baik dari awal kali, makanya kerja kelompoknya malah nggak jalan. Yang jalan adalah cerita berkelompok. Ngobrolin apa aja, ngalor ngidul.Salah seorang teman saya sedang sibuk di depan komputer, saya pikir dia sedang mengerjakan tugas simulasi kami, ternyata dia sedang menonton video klip boy band korea. saya langsung ikut nimbrung juga.Saya sering dengar lagu Super Junior dan Shinee. Tapi, saya baru pertama kali melihat seluruh angggotanya. Ya, ampun, di Super Junior ada Siwon yang sedang nyanyi sambil dance. Lesung pipinya menyembul, senyumnya manis sekali. Pokoknya Siwon keren banget deh.
Siwon dan merah. Klop. Keren banget

Rabu kemarin, kuliah selesai pukul 12 dilanjut kuliah lagi pukul 2. Sambil menunggu, kami nonton video dari laptop teman. Saya sudah benar-benar jatuh cinta pada Siwon. Apalgi di Video Klip No Other. Di situ dia keren sekali.



Nah, ini Siwon di 'No Other'
Kuliah berikutnya saya merasa sangat ngantuk jadi saya tidak begitu memperhatikan dosen yang sedang mengajar. otak saya malah dipenuhi dengan gambar-gambar Siwon. Siwon yang sedang tersenyum dan menampakkan lesung pipinya, Siwon yang sedang tertawa, Si won yang sedang berbicara dengan sangat ekspresif.


senyumnya... hmmm
Ternyata Siwon juga membintangi Drama berjudul Oh! My Lady. kalau dulu-dulu dia cuma sebagai pemeran pembantu. Kali ini dia sebagai tokoh utama :) dan di Drama itu dia terlihat sangat dewasa.


Siwon di Oh! My Lady



Saya menonton Drama itu sendirian di kamar, dan setiap ada gambar Siwon yang sedang tersenyum saya langsung menekan tombol pause dan menatapinya lama. hahahaha, saya benar-benar sudah gila!

Rasanya saya seperti sedang jatuh cinta untuk pertama kali. Darah saya selalu berdesir saat melihatnya tersenyum. seperti dia hanya tersenyum untuk saya saja. Hahahah :D saya jadi aneh sekarang!Biar lagi marah tetep aja ganteng

Saya tidak pernah berminat menonton video klip SuJu (Super Junior) jika Siwon tidak ada. Saya merasa agal jengkel jika itu terjadi. Ada apa dengan saya sebenarnya? :(

dan saat ini, sambil mengetik di blogger, saya juga mendownload video SuJu. Hanya Video yang ada Siwon di dalamnya. Karena anggota SuJu yang kebanyakan (menurut saya), 13 orang, mereka membagi-bagi diri dalam kelompok kecil. sekali lagi, saya tidak sudi mendownload jika di kelompok itu tidak ada Siwon. Ogah deh!

well, video sudah terdownload. saya mau menonton Siwon nge-dance dulu.

hihihihi :">

Senin, 29 November 2010

Sitta Karina dan Magical Seira-nya

Diposting oleh sachakarina di Senin, November 29, 2010 0 komentar



Buku pertama Sitta Karina yang saya baca adalah kumpulan cerpen Pertama Kalinya. Sepertinya buku itu adalah buku Pertama Sitta Karina yang diterbitkan oleh Gramedia. Saya langsung jatuh cinta pada cerita dalam cerpen-cerpen itu. Saya kemudian mulai memburu buku karya Sitta Karina: memesan online di Terrantbook, selain harganya jauh lebih murah (diskon 35 % loh!) juga karena buku-buku itu tidak saya temukan di Gramedia Makassar :p

Magical Seira #1

Ok. Saya bukan mau membahas mengenai Kumcer Pertama Kalinya. Tapi saya akan mereview buku Magical Seira. Salah satu buku favorit saya juga. Baiklah, Semua buku Sitta Karina memang merupakan favorit saya.
Nah, Magical Seira ini bergenre fantasi, berkisah tentang Seira yang kedua orang tuanya baru saja bercerai. Seira menggubah sebuah lagu berjudul Serenity yang dipersembahkan untuk Abel, cowok yang disukainya di sekolah. Siapa sangka ternyata lagu itu adalah kunci untuk membuka gerbang dimensi antara bumi (kaia) dan Madriva.Madriva itu hampir seperti bumi tapi berbeda, meski orang-orangnya nyaris mirip. Hanya saja dengan karakter yang sangat bertolak belakang. Jika di bumi orang itu memiliki sifat yang sangat baik maka di Madriva adalah kebalikan dari itu, amat sangat jahat. Di sore hari yang cerah, di taman Chitrakala, Seira menunggui Abel selesai bermain bola. Dia berniat untuk memberikan CD Serenity pada Abel tapi Seira malah terhisap ke dimensi Madriva. Berhadapan langsung dengan raja muda madriva –Seth—yang wajahnya sama dengan Abel.
Pergumulan batin seira dimulai. Di satu sisi dia adalah seorang ke satria madriva yang harus bisa mencegah Seth dan segala rencana jahatnya, di sisi lain dia merasa berat untuk melawan Seth jika wajah itu selalu mengingatkannya pada Abel.
Buku Magical Seira ini dikemas dengan plot yang amat rapi, pendeskripsian yang sangat detail serta menggabungkan fantasi, cinta, keberanian dan kekuatan. Serta penuh dengan illustrasi cantik. Saya seperti ikut terseret dalam petualangan Seira dan suasana magical di dimensi Madriva. Saya terpesona pada Istana Aswatthaya di awan.
‘Sekolah, Prom nite, cowok.. dan istana di langit’


Ciri khas Sitta Karina yaitu selalu terdapat benang merah antara cerita yang satu dan yang lain. Jadi jangan heran jika salah satu dari keluarga Hanafiah muncul juga dalam buku ini. Dan silahkan buka Kumcer Pertama Kalinya, kalian akan menemukan cerpen yang berjudul Talisman, bisa dibilang, dari sanalah cikal bakal petualangan Seira ini berasal!
Magical Seira juga bertaburan dengan kata-kata Sanskrit, agak sedikit menyulitkan untukku. Saya pernah bercanda mengatakan bahwa jika akan membaca buku Magical Seira ini saya harus membuat kamus khusus karena saya kadang lupa dengan arti kata yang sudah dijelaskan sebelumnya. :p

Tidak masalah, saya tetap sangat menikmati Trologi Magical Seira ini: Seira and The Legend of Madriva, Seira and Abel’s Secret dan Seira And The Destined Farewell. Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk penggila cerita fantasi –seperti saya. :)

Trilogi Magical Seira

Saya jadi pengen membuat cerita fantasi yang seperti itu juga, tapi rasanya imajinasi saya nggak nyampe sana, belum :). Jadi ya, baca banyak buku fantasi dulu kali ya..hehehe. Well, saya sudah membaca Trilogi Magical Seira dan Aerial. Dan saya amat sangat menantikan terbitnya Ambrosia, Ensis dan Prom.

Sukses terus dan tetap ditunggu novel-novel selanjutnya Mbak ;)

Sabtu, 27 November 2010

Tidur

Diposting oleh sachakarina di Sabtu, November 27, 2010 0 komentar
Inspired by Tidur--Dewi Lestari



Malam mulai berjingkat-jingkat naik, menyisakan pekat malam yang makin menusuk. Wanita cantik itu –Tiona—menarik koper besarnya dengan cepat. Dia ingin segera sampai di tempatnya akan menginap malam ini. Badannya serasa remuk redam karena kelelahan diperjalanan. Tiona segera menyetop taksi pertama yang ditemukannya.

Tiona memandangi lampu-lampu jalan yang masih terang benderang meski jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Pikirannya sudah melayang jauh menembusi lorong waktu. Menuju hari di mana dia meninggalkan kota itu tujuh tahun lalu. Dan tidak ada yang tahu betapa sangat rindunya ia dengan kota ini. Kota yang pernah menggoreskan banyak kenangan dan menyisakan kepedihan.

Taksi itu berhenti di depan sebuah rumah bergaya minimalis. Sepertinya seluruh penghuni rumah sudah tertidur, hanya lampu di sebuah kamar yang menyala. Jantung Tiona berdetak sangat cepat, dia tidak tahu apa lagi yang berubah dalam tujuh tahun itu. Tiona merasa agak takut, masih kah dia dianggap ada? Tapi kemudian Tiona menghela nafas panjang lalu menekan bel.

***

Aura kesedihan masih kental melingkupi rumah itu. Seminggu yang lalu, pemilik rumah itu yang tidak lain adalah tante Tiona meninggal dunia. Tiona tidak datang saat upacara penguburan. Tiona bahkan baru tahu dua hari lalu dan langsung terbang ke sini setelah mengurus semua pekerjaan kantor dan cuti.

Rumah itu sepi. Tidak ada lagi penghuni kecuali pembantu yang tadi membukakan pintu untuk Tiona. Wanita separuh baya itu mengantarkan Tiona ke kamar tamu yang memang sudah disiapkan khusus untuknya.


“Tante Kuni sakit berapa lama, Bi?” Tanya Tiona lalu duduk dengan gelisah di ujung tempat tidur. Tante Kuni adalah tantenya yang meninggal minggu lalu, pemilik rumah itu.


“Dua tahun, Bu. Komplikasi diabetes dan ginjal.” Tiona diam, sibuk dengan pikirannya sendiri. Melihat sang tamu yang sepertinya sudah tidak ingin bertanya lagi, wanita itu pamit untuk keluar, mempersilahkan sang tamu beristirahat. “Silahkan istirahat, Bu. Pasti masih capek setelah perjalanan jauh.” Lanjutnya lagi lalu beranjak menuju pintu.


“Bik Warni, emm…” Kata Tiona, dia jadi ragu melanjutkan kata-katanya. Bik Warni tidak jadi menutup pintu dan menoleh ke belakang.


“Iya, Bu?” Tanyanya sopan.


“Tidak usah panggil Ibu, panggil saya Tiona saja. Terdengar jauh lebih akrab.”


“Tapi—” Bik Warni ingin protes tapi Tiona langsung memotongnya.


“Riris?” Tiona berkata lirih. Bik Warni mengerti.


Wanita itu hanya mengangguk dan berjalan menuju sebuah kamar, Tiona mengikut di belakang dengan jantung yang makin bergemuruh. Penantian selama tujuh tahun itu akhirnya berakhir. Pintu kamar membuka. Tiona tertegun.

***

Tiona membatu. Tubuhnya tidak bisa digerakkan sedikitpun. Bahkan dia tidak sadar bahwa Bik Warni sudah keluar kamar dan menutup pintu. Membiarkan Tiona mengurai kenangan masa lalunya.


Pandangan Tiona tidak lepas dari sosok gadis kecil berumur tujuh tahun yang sedang terlelap di balik selimut tebal, memeluk sebuah boneka kelinci yang nampaknya sudah kusam. Tiona merasa matanya panas dan basah. Boneka itu dulu miliknya.


Tiona bergerak pelan, takut jika dia menimbulkan bunyi sekecil apapun gadis kecil di hadapannya akan terbangun. Tiona tidak ingin hal itu terjadi. Gadis kecil bernama Riris itu tersenyum tipis dalam tidurnya, entah apa yang sedang dia mimpikan. Perasaan bahagia Tiona lalu membuncah. Dadanya serasa akan meledak saking bahagianya.


Tujuh tahun yang lalu, saat dia masih berumur 19 tahun, Tiona hamil dan pacar yang akan menikahinya meninggal karena kecelakaan. Setelah anaknya lahir, Tiona malah diminta meninggalkan kota itu dan bayinya, dipaksa pergi lebih tepatnya. Bayi itu kemudian diangkat sebagai anak oleh Tante Kuni dan tidak sekalipun Tiona dibiarkan untuk menemuinya.


Tidak ada yang tahu –juga peduli dengan rasa rindu yang disimpannya selama tujuh tahun. Yang terus menumpuk-numpuk menyesakkan dada. Yang terus menghuni mimpi-mimpinya. Tiona duduk di tepi tempat tidur tangannya dengan ragu menyentuh Riris yang tengah terlelap itu, mengelus rambut halusnya pelan. Air mata itu sudah tak terbendung.


Tiona mengamati wajah Riris lama, wajah oval dan bulu mata lentik itu miliknya, bibir itu mirip sekali dengan pacarnya dulu. Tujuh tahun berlalu dan Tiona baru bisa menyentuh anak kandungnya sendiri. Membelainya seperti ini. Tiona menyingkap sedikit selimut yang menyelimuti Riris lalu dia menyusup masuk kedalamnya, mendekap erat Riris di dadanya. Riris bergerak tapi tidak terbangun, dia merapat kepelukan Tiona, tertidur jauh lebih lelap. Bahkan alam bawah sadar Riris tahu, di pelukan Tiona-lah seharusnya dia terlelap.


Tiona ingin terus seperti itu. Riris terus berada dalam pelukannya. Tidak akan dia lepaskan lagi. Jika mungkin, dia ingin waktu berhenti saja sekarang, agar mereka bisa tetap seperti itu.

***

Tak perlu kau bangun dari tidurmu
Tak usah bersuara menyambutku
Ku cukup bahagia berada di sini
Di sisimu, memandangmu,
Tanpa perlu kau tahu

Sekian lama sudah kita tak berjumpa
Tiada terbilang lagi rindu ini
Dalam haru, ku membisu

Oh...tidur, tenang
Oh...tidur, sayang, tidur
Malam ini kucukupkan hanya menatapimu
Malam ini kuputuskan untuk jaga tidurmu

Jika nanti semua ini berlalu
Jika ku tak lagi jauh darimu
Aku kan temani engkau selalu
Pagi, siang, sore, malam
Kapan pun engkau mau

Sekian lama sudah kita tak berjumpa
Tiada terbilang lagi rindu ini
Dalam haru, ku membisu

Oh...tidur, tenang
Oh...tidur, sayang tidur
Aku kan ada saat matamu membuka
Mendekap engkau seolah tiada esok, lusa

Tiada pergi jauh lagi dari engkau
Tiada malam, tiada pagi,
Tanpahangatjemarimu
Oh...tidur, sayang tidur

(Tidur, Dewi Lestari)


dimuat pertama kali di situs jejakubikel

Kamis, 18 November 2010

Koleksi Novelku

Diposting oleh sachakarina di Kamis, November 18, 2010 5 komentar
sebagian dari koleksi saya.



Saya mulai mengoleksi novel (kebanyakan teenlit) dari kelas satu SMA, berarti sudah enam tahun saya mengoleksi. novel saya sudah bertebaran dikamar, tidak cukup tempat lagi. Ada sekitar sepuluh-an lebih novel saya ada di rumah teman, tapi bukan karena saya sudah tidak punya tempat lain. Tapi teman saya menolak mengembalikan novel itu karena katanya dia ingin juga dikamarnya terdapat banyak buku. Boro-boro semua, baca satu buku yang dia pinjam pun nggak! Dia cuma ikut-ikutan heboh melihat saya dan teman lain dikampus tukar-tukaran novel dan dia tidak mau kalah untuk minjem juga.

Saya selalu membaca ulang novel-novel saya itu, terutama jika saya merasa sudah agak lupa dengan jalan ceritanya. Repotnya, kalau novel yang saya baca ada di rumah teman, dia tidak mau memberikannya pada saya. Padahal saya udah mohon-mohon dan janji akan mengembalikannya kembali, dia tetap menolak memberikan! Yang beli sebenarnya siapa sih? Di tempat rental buku aja prosedurnya nggak serumit itu!

Ok. cukup membahas itu karena saya malah jadi jengkel sendiri. Sepertinya setelah ini saya harus ke rumahnya dan mengambil semua buku saya, agar bisa tenang. :)

Jika saya ke toko buku, saya tidak akan keluar dengan tenang jika belum membeli sebuah buku. Teman saya kadang bertanya mengapa saya sampai mau mengeluarkan uang banyak untuk melengkapi semua novel saya. Biasanya saya cuma menjawab "karena hobi". Memang kalau sudah hobi dan suka pada sesuatu rasanya kita tidak peduli lagi kita harus mengeluarkan uang sebanyak apapun untuk semua itu.

Makanya agar tidak terlalu menyiksa orang tua dengan hobi saya yang katanya (banyak orang berkata) tidak begitu berguna karena tidak ada dalam pelajaran sekolah, saya bekerja part time sebagai mentor di sebuah tempat kursus matematika. yah, gajinya cukuplah untuk membeli 2-3 buku dan perlengkapan sehari-hari dalam sebulan.

Tapi saya bersyukur orang tua saya tidak pernah protes dengan hobi saya itu, karena beliau tahu, dilarang bagaimana pun saya akan tetap membeli. Orang tua saya tidak pernah menganggap hobi saya adalah tindakan "buang-buang uang saja". Beliau selalu melihat dari arah positif.

Dari 6 tahun itu, novel yang paling banyak saya miliki adalah karya Sitta Karina. Sebelumnya saya tidak pernah tahu mengenai buku Sitta Karina sampai saya menemukan kumcer 'Satu Hari Berani' di Gramedia. Setelah membaca buku itu, saya langsung memburu semua bukunya. Bahkan saya pesan secara online di penerbitnya karena buku itu tidak saya temukan di toko buku manapun di Makassar.

Saya juga memiliki koleksi Twilight Saga karya Stephenie Meyer, novel tulisan Andrea Hirata, Esti Kinasih, Dian Nuranindya, Mia Arsjad, beberapa koleksi Chicken Soup dan masih banyak lagi.

Saya berharap novel karya saya 'Warna Dari Pelangi' bisa dinikmati semua orang.. Amin

Nah, ini adalah list koleksi novel saya:

A.Fuadi Negeri Lima Menara
Andrea Hirata — Dwilogi Padang Bulan
Andrea Hirata — Maryamah Karpov
Andrea Hirata— Laskar Pelangi
Chicken Soup For The Shopper Soul
Chicken Soup, Persembahan Untuk Para Ibu
Christia Dharmawan — Boys Addicted
Dee — Perahu Kertas
Dhian Bheno — Girlfriends Stay Forever
Dian Nuranindya — Canting Cantiq
Dian Nuranindya — Rahasia Bintang (Hilang)
Dian Nuranindya— Rahasia Bintang
Elie Mulyadi — Menemukan Impian Hati
Erik Sobieski — Dave dan Alika
Esti Kinasih— Dia, Tanpa Aku
Esti Kinasih— Jingga dan Senja
Katrin Praseli — Lana & The Prince
Laurentia Dermawan — 8..9..10.. Udah Belom?!
Maria Jaclin — De Buron
Mia Arsjad— Ksatria November
Mia Asjad— Loventure
Primadona Angela — Katakan Cinta Dengan Warna
Raditya Dika — Marmut Merah Jambu
Salman Aristo— Alexandria
Setta Widya — Cinta Pertama Sazi
Setta Widya— Cinta Pertama Sazi
Shesa — My Diary
Sitta Karina — Lukisan Hujan
Sitta Karina — Seluas Langit Biru
Sitta Karina— Aerial
Sitta Karina— Circa
Sitta Karina— Delapan Peri
Sitta Karina— Imaji Terindah
Sitta Karina— Kencana
Sitta Karina— Pesan Dari Bintang
Sitta Karina— Putri Hujan dan Ksatria Malam
Sitta Karina— Satu Hari Berani
Sitta Karina— Seira & Abel’s Secret
Sitta Karina— Seira & Legend of Madriva
Sitta Karina— Seira & The Destined Farewell
Sitta Karina— Skenario Dunia Hijau
Sitta Karina— Stila-Aria 1
Sitta Karina— Titanium
Sitta Karina, dkk — Pertama Kalinya
Stephenie Meyer — Breaking Dawn
Stephenie Meyer — Eclipse
Stephenie Meyer — New Moon
Stephenie Meyer — Twilight
Tami — Nighmare Trip
Titish AK— A little White Lie
Winna Effendi — Refrain
Zeta Kanarya— Merengkuh Kasih


Lalu, yang mana yang menjadi koleksimu juga??? :)

Senin, 15 November 2010

Jadi siapa yang pantas untuk menulis???

Diposting oleh sachakarina di Senin, November 15, 2010 0 komentar

Mood saya sedang sangat bagus, tertawa-tawa saat membaca twit seru di twitter. Akhir-akhir ini memang saya sedang keranjingan bermain twitter. Terutama setelah ada @nulisbuku dan teman-teman #99writers yang lain, yang punya keinginan sama dengan saya. Bisa terus menulis.

Saya sedang berusaha mencari ide untuk menulis Review untuk novel ‘Relationship’ yang ditulis @dheaadyta. Tiba-tiba ponsel saya berdering, nomor yang sama sekali tidak saya kenal. setelah saya menjawab dan mendengar suara si penelpon saya langsung menyesal telah mengangkatnya.

Kemarin, orang itu juga menelpon saya dan membuat darah saya mendidih (didukung oleh fakta bahwa saya tidak terlalu suka berbasa-basi dengan orang yang tiba-tiba saja menelpon dengan alasan salah sambung, orangnya nyebelin pula! Atau mungkin memang saya yang emosian!)

Saya tak bisa menutup telpon dengan alasan tidak enak. Yang nelpon kan dia, masa sih saya harus menutup telponnya secara sepihak. Terpaksa saya harus mendengarkan celotehan-celotehannya yang membuat kuping saya panas.

“Kok SMS tadi pagi nggak dibalas?” Tanyanya. Pagi tadi dia memang mengirimi saya SMS yang berisi ucapan selamat pagi, saya tidak mengindahkan SMS itu. Sengaja.

“Nggak liat.” Jawab saya pendek.

“Nggak liat berarti nggak baca dong!” Katanya dengan nada sedikit mengejek. Saya mulai jengkel. Tinggal tekan tombol warna merah aja, telpon itu udah putus, tapi susaaahh banget. Saya kok jadi nggak tega juga! Berarti kesalahan memang ada pada saya.

“Liatnya telat, udah siang jadi nggak di balas.” Saya mulai berujar ketus.

“Lagi ngapain?” Tanyanya lagi.

“Ngetik.” Sebenarnya saya sengaja bilang kalau saya lagi ngetik biar dia sadar dan segera nutup telpon.

“Oh, kirain lagi nelpon!” Katanya.

“Nggak, alasan kayak gitu udah basi.” Dia lalu menggumam tidak jelas. “Alasan lagi nelpon itu udah pasaran, nggak ada alasan lain apa!" saya melanjutkan.

"Pakai kata 'pasaran' baru cocok, yang basi itu cuma makanan!" Katanya. Saya langsung menyimpulkan (didukung oleh emosi yang emang udah nggak stabil) bahwa dia terlalu kaku.

"Lagi ngetik apa?"

"Review bukunya temenku!"

"Nyari di internet aja!" Sempat terlintas dipikiran saya kalau dia nggak ngerti arti kata review saat mendengar perkataannya.

"Emang yang baca bukunya internet? Gimana sih! Kalau saya yang baca bukunya berarti yang nulis reviewnya pasti saya juga dong!" Saya mengomel dengan kecepatan tinggi yang membuat urat-urat leher yang ikut menonjol.

"Tenang, pelan-pelan aja, ini Makassar kok, kendaraan banyak!" Dia mulai ngelantur.

"Itu berarti saya lihai. Banyak kendaraan tapi masih melaju dengan kecepatan tinggi, dan selamat!"

"Itu berarti bukan lihai tapi lincah." katanya sambil tertawa, tepatnya menertawai pilihan kata saya yang dianggapnya salah.

"Bedanya lihai sama lincah apa?"

"Kalau lihai udah berpengalaman, kalau lincah belum terlalu berpengalaman."

"Nah, Saya emang lihai! terus kalau saya pengen pakai lihai atau kata apapun suka-suka saya dong!"

Lalu dia mengucapkan kalimat yang membuat emosi saya benar-benar memuncak, saya jadi bom waktu yang siap meledak. "Kamu kan anak fisika, nggak usah bahas tentang bahasa! Fisika, fisika aja!"

meski tidak langsung, kalimatnya seakan-akan mengatakan bahwa saya itu tidak pantas menulis, saya pantasnya cuma pelototin rumus fisika sampai keriting. Merangkai kata itu bukan bidang saya tapi itu diperuntukkan untuk anak Bahasa. Bukan seperti saya yang kuliah di jurusan Fisika.

Kemarin dia mengaku bahwa dia adalah anak teknik elektro dan saya sama sekali tidak percaya setelah mendengar kata-katanya tadi.

Jadi siapa yang pantas untuk menulis?

"Lah, emang yang boleh pelajari bahasa cuma anak bahasa aja?" Tanyaku geram.

"Tapi mempelajari Fisika adalah kewajiban kamu. Jadi kerjain kewajiban kamu aja, nggak usah jurusan orang lain!"

Saya diam, dia terkekeh pelan, menjengkelkan. Saya diam bukan karena nggak tahu apa yang pengen diomongin lagi. Bukan. Saya pengen sekali 'menyemprotnya', bagaimanapun ego saya sempat tersentil. Emosi yang meluap-luap membuat kata-kata saya langsung lenyap, hilang begitu saja tertelan kemarahan. Saya berusaha mengatur nafas agar lebih tenang. Dia tertawa lagi karena saya terdiam. Merasa sudah diatas angin mungkin.

Sudahlah. saya sudah tak ingin menanggapi lagi.

Harusnya dari awal saya tidak menggubrisnya, hanya merusak mood saya saja. Saya sudah tidak berkata apa-apa lagi sampai dia berkata.

"silahkan dilanjut--" belum sempat dia menyelesaikan ucapannya saya sudah memotong.

"Makasih!" Kataku ketus, menyindir.

Telepon saya tutup.

Saya janji tidak akan pernah mengangkat teleponnya lagi.

Janji!!!!!!

Minggu, 14 November 2010

Pelangi, Merah dan Dia

Diposting oleh sachakarina di Minggu, November 14, 2010 0 komentar

Saya pecinta warna-warna cerah. Merah, kuning, hijau dan semua warna pelangi. Saya sangat-sangat suka Pelangi. Beberapa bulan lalu saya berlibur dengan rekan-rekan kerja ke Malino yang ada di kaki gunung Bawakaraeng selama tiga hari. Liburan yang sangat menyenangkan. Kami berenang di kolam renang lembah biru, serasa berenang di dalam air es, hanya setengah jam bermain gigi kami mulai bergemeletukan, bibir mulai memutih. Kami segera berkemas untuk kembali ke Villa saat gemiris perlahan berganti menjadi butiran hujan.

udah kedinginan tapi masih menyugukan senyum termanis


Sore harinya setelah hujan reda, kami mengunjungi hutan pinus, bersantai sebentar di sana lalu melanjutkan perjalanan ke kebun teh. Sinar matahari menembusi sisa-sisa hujan hingga terbentuk pelangi. Dari puncak kebun teh, pemandangan indah itu memanjakan mata saya.

yang lain sibuk berpose dan saya sibuk membidik pelangi


Sore semakin pekat saat kami meninggalkan kebun teh dan bermaksud mengunjungi kebun strawberry, saya berharap kebun itu seperti kebun-kebun yang sering ada di TV. Sepanjang perjalanan saya tak pernah mengalihkan perhatian dari Pelangi yang terlukis di langit di depan kami. Saya sampai bergumam pelan pada teman disamping saya.

“Disana ada bidadari” Teman saya itu tidak menggubris, tidak mendengar mungkin karena suara saya yang sangat kecil.

Pelangi itu terlihat dekat sekali, dan mobil bisa mencapainya, dalam hati saya menyemangati sang sopir, “Ayo.. ayo.. lebih cepat, sebentar lagi kita bisa mencapai Pelangi.”

Saya tahu itu tidak mungkin.

Dan saya sangat kecewa saat berdiri di depan kebun strawberry itu apalagi kami sudah nyasar berkali-kali, kebun itu benar-benar hanya kebun, hanya sepetak sawah yang dijadikan kebun dan hanya ada daun, tak ada buah sama sekali. Saya membayangkan buah-buah strawberry yang gemuk-gemuk dan memerah, tapi tak ada. Tak sampai lima menit di sana kami sudah meninggalkan kebun itu.

Seminggu setelah pulang dari Malino saya liburan ke Jakarta. Saya sangat tidak suka tebang apalagi dalam kondisi cuaca yang agak buruk (siapa sih yang suka?). Saya sebenarnya takut ketinggian dan kedalaman, tapi saya suka melihat pemandangan dari ketinggian (apasih? :p), makanya kalau naik pesawat saya selalu ingin duduk di dekat jendela. Berkali-kali terdengar pemberitahuan bahwa kapal sedang melewati daerah dengan kondisi cuaca buruk, dan setiap terdengar pemberitahuan itu jantung saya langsung memompa cepat dan otak seketika berpikir macam-macam. Saya mengalihkan perhatian dengan melihat gugusan-gugusan pulau yang ada di bawah. Lalu saya melihat pelangi.

Saya tidak tahu apakah penglihatan saya yang salah atau memang pelanginya yang seperti itu, tapi saya tetap takjub, lebih takjub dari biasanya.

Saya pernah menanyakan kenapa pelangi itu selalu melengkung, jawaban yang saya dapat adalah pelangi hanya dapat dilihat dari sudut sekian derajat (lupa).

Tapi saat itu, dihadapan saya sedang terbentuk pelangi yang tidak melengkung seperti biasa, tapi tegak lurus. Saya tak bisa mengalihkan pandangan dari pelangi itu tapi pesawat keburu berganti arah, saya kehilangan pelangi itu.

Sepulangnya dari Jakarta dikepala saya hanya ada tentang pelangi, saya ingin sekali menuliskannya dalam cerita,

Dan dari semua warna saya paling suka warna merah, tapi saya juga suka kuning, juga hijau daun, juga biru laut tapi porsi merah lebih besar.

Itu dimulai sejak setahun yang lalu, akhir Januari 2009. Saat itu saya sedang dekat-dekatnya dengan seseorang, kami sering jalan bareng (well, saat itu kami sudah pacaran sih!). Kegiatan favoritnya adalah mengomentariku, apa saja dia komentari, mulai dari umur saya yang katanya masih sangat muda untuk jadi pacarnya (saat itu saya masih 17 tahun mendekati 18) dan saya seumuran dengan adiknya, dia selalu berkata bahwa dia seperti sedang memacari adiknya sendiri -_-. Dia juga suka mengomentari tinggi saya yang tidak seberapa dibandingkan dia yang tingginya lebih dari 170 cm, saya memang doyan pakai hak tinggi kemana-mana jadi komentar itu bisa diantisipasi. Dia juga mengomentari bahwa saya sangat kurus, juga tentang warna pakaian yang saya pakai.

Saya merasa warna kulit saya cocok jika dipadankan dengan warna merah, karena ingin tampil lebih baik makanya saya lebih sering memakai baju berwarna merah jika bersamanya (baju saya memang kebanyakan berwarna merah).

“Kenapa sih selalu pakai baju warna merah? Silau.” Katanya, saya cuma tersenyum. Tak pernah sekalipun saya menanggapi komentar-komentarnya, saya menganggapnya hanya selingan saja. Itu berarti dia memperhatikan saya, sedikit perubahan pasti di komentari olehnya, jadi saya menikmati jika dikomentari olehnya, malah saya merasa aneh jika dia tidak berkomentar lagi.

Setelah komentarnya tentang warna merah itu saya selalu membuatnya jengkel dengan sengaja memakai pakaian yang berwarna merah jika kami bersama, hanya agar dia mau mengomentari saya. Saya juga mulai mengumpulkan pernak-pernik berwarna merah, dan saya memang mulai jatuh cinta pada warna merah. Mengalahkan cinta saya pada warna-warna cerah lain.

Saya dengan berani akan mengenakan warna merah saat matahari sedang bersinar sangat terik. Teman saya sering bertanya apa saya tidak merasa terbakar? Tidak. Memakai pakaian berwarna hitam di siang bolong menurut saya jauh lebih panas di bandingkan merah, lagian saya menyukainya. Tak ada yang salah.

Jadi, saya menyukai warna merah itu sebenarnya karena dia, karena di sering mengomentari saya, dan saya ingin terus dikomentari (diperhatikan), dan berakhir dengan saya yang benar-benar menyukainya.

Sekarang, kisah satu tahun lalu dengannya itu memang hanya tinggal kenangan saja, tapi saya tetap menyukai warna merah. Saya tetap menyukai pelangi, saya tetap tidak tinggi, saya masih seperti dulu. Sama. Saya hanya semakin tua.

 

Karina Sacharissa Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review